SELAMAT DATANG DI PPA&K OFFLINE CLASS

Media peningkatan kompetensi secara online di bidang Audit Internal, Audit Forensik, Manajemen Risiko, Good Corporate Governance, Akuntansi, Keuangan dan Perpajakan.

Materi diklat dikembangkan spesifik dan aplikatif untuk menjawab tuntutan kebutuhan saat ini dan masa depan. Model pembelajaran dirancang melibatkan serangkaian proses yang mendorong setiap peserta berbagi pengetahuan, keterampilan nilai-nilai dan pengalaman dengan dipandu oleh fasilitator yang profesional dan berpengalaman.

Daftar Diklat

No Nama Diklat Biaya Waktu Pelaksanaan

News

PENINGKATAN KOMPETENSI AUDITOR INTERNAL DENGAN DIKLAT DI PPA&K

15 May 2024

Pusat Pengembangan Akuntansi dan Keuangan (PPA&K) kembali melaksanakan Diklat Audit Internal yang rutin diselenggarakan secara tatap muka. Diantara lima jenjang diklat audit internal, diklat yang kali ini berjalan adalah Diklat Dasar-Dasar Audit, Diklat Komunikasi dan Psikologi Audit, dan Diklat Pengelolaan Tugas-Tugas Audit. Sebagian peserta yang ikut dalam penyelenggaraan diklat kali ini berasal dari perusahaan BUMN dan sebagian lainnya berasal dari BUMD. Kegiatan pembukaan diklat dilakuka di Hotel Green Forest Bogor, pada Minggu, 22 Mei 20024

Pada sambutannya, Bapak Budi Hanta selaku Direktur Operasional PPA&K, mengucapkan selamat bergabung kepada para peserta, terutama bagi yang mengikuti Diklat Dasar-Dasar Audit yang baru pertama kali mengikuti diklat di PPA&K. Kebanyakan dari peserta diklat pun berasal dari luar Jakarta, bahkan dari luar Pulau Jawa.

“Terima kasih telah memilih PPA&K sebagai lembaga tempat Bapak dan Ibu mengikuti pelatihan. Bahkan sampai ada yang jauh dari Makassar, bertemu secara tatap muka disini, dan mengikuti diklat,” ujar Bapak Budi Hanta.

Berkaitan dengan audit internal, Bapak Budi Hanta menjelaskan bahwa posisi para peserta sebagai Satuan Pengawasan Internal di perusahaannya merupakan tempat yang strategis untuk membantu perusahaan menjadi lebih baik. Audit internal sendiri sudah diatur keberadaannya di dalam Undang-Undang dan Peraturan Menteri, sehingga termasuk dalam organ penting perusahaan. PPA&K telah menyesuaikan penyelenggaraan diklat agar sesuai dengan regulasi tersebut dan capaian yang diraih adalah peningkatan kompetensi dari para auditor internal.

”Mengacu pada Permen BUMN No. PER-2/MBU/03/2023 Tahun 2023, yang mengatakan ada lembaga diklat, ada lembaga yang melakukan asesmen, dan ada yang melakukan koordinasi,” jelasnya.

Selama menerima pendidikan dan pelatihan di PPA&K, peserta akan mendapatkan banyak kesempatan untuk berinterasksi dengan para fasilitator yang terdiri dari para praktisi auditor internal. Bapak Budi Hanta juga menghimbau kepada para peserta agar tidak tegang selama mengikuti diklat. Para peserta dapat berbagi pengalaman dan permasalahan di perusahaannya agar setelah diklat selesai peserta mampu memecahkan masalah tersebut dan meningkatkan kinerja perusahaan. Dengan interaksi dua arah yang terjadi antara peserta dan fasilitator ini akan membuat tujuan diklat bisa tercapai.

“Mengikuti diklat ini harus gembira, karena setelah kembali ke perusahaan masing-masing Bapak dan Ibu Peserta Diklat akan membawa ilmu yang bisa diaplikasikan untuk mengelola perusahaan,” kata Bapak Budi Hanta.

Setelah mengikuti Diklat, khusus bagi peserta Diklat Pengelolaan Tugas-Tugas Audit akan melakukan asesmen oleh LSPAI. Jika sudah lulus dalam asesmen tersebut maka peserta Diklat Pengelolaan Tugas-Tugas Audit akan mendapatkan gelar Certified Professional Internal Auditor (CPIA) karena sudah menjadi auditor utama. Pengukuhan tersebut akan dilakukan setiap tahun secara tatap muka, tahun ini Pengukuhan Gelarr Aaudit Internal akan dilakukan di Batu, Jawa Timur pada 26 dan 27 Juni 2024.

Lebih lanjut, Bapak Budi Hanta juga mengenalkan kepada para peserta bahwa PPA&K bukan sekadar lembaga yang hanya menyelenggarakan diklat melainkan ada bisnis lain yang dikembangkan, diantaranya adalah jasa konsultasi manajemen risiko dan good corporate governance, serta brevet pajak AB dan C.

Read more

PENTINGNYA SERTIFIKASI KOMPETENSI, PT ANGKASA PURA II MELAKUKAN DIKLAT DAN SERTIFIKASI DI PPA&K

08 May 2024

Pusat Pengembangan Akuntansi dan Keuangan (PPA&K) menjadi penyelenggara In House Training (IHT) Audit Kecurangan bagi pegawai PT Angkasa Pura II. Kegiatan ini berlangsung secara online melalui Zoom dan dibuka pada Selasa tanggal 7 Mei 2024. Acara pembukaan kali ini dihadiri oleh Bapak Budi Hanta, selaku Direktur Operasional PPA&K dan Senior Vice President of Internal Audit PT Angkasa Pura II, Ibu Kenny Priani.

Rangkaian IHT Audit Kecurangan bagi pegawai PT Angkasa Pura II terdiri dari kegiatan pelatihan yang di lakukan pada tanggal 7 sampai 14 Mei 2024. Selama mengikuti pelatihan, peserta akan menerima pemahaman komprehensif mengenai definisi dan konsep kecurangan, berbagai statement dan standar kecurangan, sampai dengan pencegahan terhadap kecurangan. Selanjutnya peserta akan mengikuti uji kompetensi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Audit Internal (LSPAI) pada tanggal 15 Mei 2024.

Sebagai lembaga pendidikan dan pelatihan (diklat) yang sudah lebih dari tiga dekade berdiri, PPA&K selalu berupaya agar para peserta terus kembali untuk mengikuti diklat hingga mencapai jenjang sertifikasi yang sesuai dengan kompetensinya. Seperti yang dikatakan oleh Bapak Budi Hanta pada sambutannya, bahwa sertifikasi kompetensi ini sudah diamanatkan dalam Permen BUMN No. PER-2/MBU/03/2023 Tahun 2023.

“Seseorang sebelum duduk (menjabat) harus memiliki sertifikasi kompetensi, kemudian setelah itu wajib memelihara kompetensi tersebut,” ujarnya

Selain itu pada peraturan menteri tersebut juga diamanatkan bahwa lembaga pendidikan dan pelatihan harus terdaftar secara nasional maupun internasional. Bisa dikatakan sebagai nilai tambah bagi PPA&K karena sejak awal berdiri sudah terdaftar pada Dinas Pendidikan dan kini juga sudah terdaftar di Kementerian Ketenagakerjaan. Hal ini juga berkaitan dengan kemitraan terhadap LSPAI dan BNSP yang akan mensertifikasi para peserta.

“Dengan meraih kompetensi ini, tenaga ahli atau tenaga kerja di Indonesia bisa bersaing baik di kancah nasional mauppun internasional,” ucap Bapak Budi Hanta.

Beliau juga meminta kepada para peserta untuk tidak hanya terpaku dengan buku materi. PPA&K yang selalu mengutamakan pelayanan, memfasilitasi peserta dengan fasilitator yang berasal dari praktisi audit internal yang berpengalaman. Maka sangat disayangkan jika hal tersebut tidak dimanfaatkan.

“Bapak dan Ibu peserta disini bisa berdiskusi dengan para pengajar, silakan berdiskusi permasalahan apa yang ada di kantor sehingga proses pembelajaran bisa jauh lebih efektif dibandingkan jika terpaku pada text book,” katanya.

Sejalan dengan itu, Ibu Kenny Priani selaku Senior Vice President of Internal Audit PT Angkasa Pura II juga mengharapkan adanya peningkatan kompetensi dari para peserta yang terdiri dari Junior dan Senior Internal Audit. Beliau juga mengharapkan kepada para pegawai yang menjadi peserta bisa memenuhi sertifikasi yang sesuai sebelum melakukan proses audit.

“Saya harap peserta tidak hanya mengharapkan sertifikatnya saja, tetapi sertifikat kompetensinya bisa menjadi nilai tambah dan digunakan dalam perusahaan,” Kata Ibu Kenny dalam sambutannya.

Sadar akan pentingnya sertifikasi kompetensi, Ibu Kenny berpesan kepada para peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan maksimal karena fasilitator di PPA&K sangat berpengalaman.

Read more

DIKLAT AUDIT INTERNAL DAN MANAJEMEN RISIKO DI PPA&K SETELAH IDUL FITRI 1445H

27 Apr 2024

Kegiatan usaha dan perkantoran mulai kembali pada rutinitasnya, begitu pula dengan Pusat Pengembangan Akuntansi dan Keuangan (PPA&K) yang baru saja melaksanakan diklat secara tatap muka setelah Hari Raya Idul Fitri 1445 H. Diklat tatap muka ini dilangsungkan pada dua tempat berbeda, yaitu di Bogor, Jawa Barat dan Yogyakarta dengan waktu pembukaan yang berbeda. Diklat yang berlangsung di Bogor, Jawa Barat dibuka pada 22 April 2024 dan keesokan harinya, pada tanggal 23 April 2024 dilakukan pembukaan Diklat di Yogyakarta. 

Pada pelaksanaaan diklat ini terdapat empat diklat yang berjalan. Program Diklat Audit Internal yang kali ini terdiri dari Diklat Dasar-Dasar Audit dan Diklat Audit Operasional dilaksanakan di Bogor. Kemudian untuk Program Diklat Manajemen Risiko yang berjalan kali ini adalah Qualified Risk Management Officer (QRMO) dan Qualified Risk Governace Professional (QRGP). Pada acara pembukaan, baik di Bogor maupun Yogyakarta, dihadiri oleh Bapak Budi Hanta selaku Direktur Operasional PPA&K.

Pada kedua pembukaan tersebut secara garis besar Bapak Budi Hanta menyampaikan hal yang terkait dengan pentingnya keikutsertaan peserta dalam kegiatan diklat yang nantinya akan berguna bagi peningkatan kinerja Perusahaan. Bagi para Auditor Internal ada lima jenjang diklat yang ditawarkan oleh PPA&K sebelum meraih gelar Auditor Utama atau Certified Professional Internal Auditor (CPIA). Pemberian gelar bagi Auditor Internal pun sebenarnya kini tidak hanya saat peserta sudah melalui lima jenjang diklat. Gelar Auditor Internal Muda atau Associate Certified Competent Internal Auditor (ACCIA) akan diberikan saat peserta sudah mengikuti Diklat Dasar-Dasar Audit dan Diklat Audit Operasional. Kemudian bagi peserta yang dikukuhkan dengan gelar Auditor Internal Madya atau Certified Competent Internal Auditor (CCIA) harus lebih dulu mengikuti Diklat Komunikasi Psikologi Audit dan Audit Kecurangan. Setelah itu peserta baru bisa menjadi Auditor Utama saat sudah mengikuti Diklat Pengelolaan Tugas-Tugas Audit.

Berbeda dengan Program Diklat Audit Internal, Program Diklat Manajemen Risiko merupakan Program Diklat yang tidak berjenjang. Pada diklat berjalan yaitu QRMO diperuntukan bagi staf pelaksana, sedangkan QRGP diperuntukan pagi para petinggi di Perusahaan atau yang menjalankan fungsi eksekutif dan pengawasan seperti Direksi atau Dewan Komisaris. Selain dua diklat tersebut, masih ada Qualified Risk Management Analyst (QRMA) yang diperuntukan bagi Asisten Manajer atau yang berfungsi sebagai penyelia di organisasi, kemudian Qualified Risk Management Professional (QRMP) yang dapat diikuti oleh Manager atau yang menjalankan fungsi sebagai Risk Owner. Tidak ketinggalan juga dengan Qualified Chief Risk Officer (QCRO) yang bisa diikuti oleh senior manajemen seperti General Manager atau posisi yang setara lainnya di organisasi.

Perbedaan waktu Diklat sendiri juga terdapat pada diklat yang sedang berjalan kali ini. Program Diklat Audit Internal akan melangsungkan diklat mulai tanggal 22 April hingga 2 Mei 2024, sedangkan Program Diklat Manajemen Risiko akan berlangsung lebih cepat, yaitu mulai tanggal 22 sampai 26 April 2024. Dengan mengikuti diklat, SDM dapat berkembang mulai dari pengetahuan juga kemampuannya dalam menggelola dan mengendalikan situasi di perusahaan. Itulah yang membuat PPA&K sampai saat ini konsisten dan mendukung dan berkontribusi dalam pengembangan SDM di Perusahaan, baik itu BUMN, BUMD, Instansi Pendidikan, Rumah Sakit, dan Perusahaan Swasta.

Read more

DIKLAT AUDIT INTERNAL TATAP MUKA PADA JANUARI 2024

28 Jan 2024

Pusat Pengembangan Akuntansi dan Keuangan (PPA&K) melaksanakan kegiatan diklat tatap muka yang pertama di bulan Januari 2024. Diklat ini dilaksanakan di Bogor, Jawa Barat dengan diikutii oleh para peserta yang berasal dari kalangan audit internal atau Satuan Pengawasan Internal (SPI). Diklat ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dan keahlian para peserta untuk menunjang kemajuan perusahaan.

Setidaknya terdapat tiga jenis diklat yang dilaksanakan, yaitu Diklat Dasar-Dasar Audit, Diklat Audit Operasional, dan Diklat Audit Kecurangan. Diklat Dasar-Dasar Audit dan Audit Operasional dibuka pada 15 Januari 2024, sedangkan Diklat Audit Kecurangan dibuka tiga hari setelahnya, tepatnya pada 18 Januari 2024. Pembukaan tersebut tentunya dihadiri oleh Direktur Operasional PPA&K, Bapak Budi Hanta.

Bapak Budi Hanta menyambut peserta dengan ucapan selamat datang dan memperkenalkan PPA&K sebagai lembaga pendidikan dan pelatihan yang sudah bergerak sejak tahun 1986 dengan fokus di bidang audit khususnya audit internal. Kemudian PPA&K melakukan inovasi dan evaluasi dengan menyelenggarakan juga diklat lain, seperti manajemen risiko, Good Corporate Gocernance (GCG), dan sebagainya. Beliau juga menceritakan bagaimana antusias peserta yang sejak dulu mengikuti diklat di PPA&K. Program Diklat Audiit Internal PPA&K sendiri telah mencetak banyak Auditor Internal atau SPI yang kompeten dan profesional.

”SPI atau Audit Internal di dalam perusahaan itu merupakan hal yang vital, kalau dalam tata kelola perusahaan SPI itu salah satu bagian dari organ pendukung. Itu menunjukan betapa pentinngnya fungsi unit kerja ini,” ujarnya.

Bapak Budi Hanta juga sedikit mengulas tentang Peraturan Menteri BUMN No. PER-2/MBU/03/2023 yang juga mengatakan betapa pentingnya fungsi SPI dalam mengelola risiko perusahaan. Beliau juga mejelaslam kaitannya dengan teori Three Lines of Defence atau teori pertahan tiga lapis yang banyak diadopsi oleh berbagai organisasi atau perusahaan dalam membangun kapabilitas manajemen risiko.

“Lini pertama adalah yang paling depan dalam mengambil resiko, lini kedua adalah pendorong kebijakan, dan SPI atau audit internal berada di lini ketiga garis pertahanan tersebut. Ketiganya ini bersinergi dalam mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik” jelasnya.

Harapan setelah mengikuti diklat ini adalah peserta mampu menjadi seorang auditor internal yang kompten. Seorang auditor yang kompeten akan mampu melaksanakan tugas audit sesuai dengan apa yang telah ditetapkan. PPA&K menjadi solusi untuk memberikan pendidikan dan pelatihan agar audiitor internal bisa mewujudkan tata kelola yang sesuai dengan harapan perusahaan.

Sebelum memulai pembelajaran, peserta diwajibkan meresume modul pembelajaran sehingga saat di dalam kelas diskusi dengan pengajar bisa dilakukan dengan interaktif. Memasuki waktu pembelajaran pun peserta akan dibersamai oleh fasiliitator dengan pengalaman yang tidak perlu diragukan. Kerap kali peserta telah mengenal fasilitator karena kompetensi bidangnya sudah tersohor. Hal ini pula yang membuat peserta kembali lagi untuk melaksanakan diklat selanjutnya di PPA&K.

Setelah melaksanakan diklat, khusus untuk peserta diklat Audit Operasional dan Audit Kecurangan akan melakukan uji kompetensi oleh LSP Auditor Internal (LSPAI) yang sudah berlisensi BNSP dan mengacu kepada standar yang sudah ditetapkan. Apabila peserta dinyatakan lulus dalam uji kompetensi maka bisa dinyatakan sebagai auditor internal yang kompeten dan berhak mendapatkan legiitimasi berupa  sertifikat dan gelar kompetensi.

Gelar auditor internal di PPA&K sendiri ada Associate Certified Competent Internal Auditor (ACCIA) bagi auditor muda. Kemudian gelar Certified Competent Internal Auditor (CCIA) bagi auditor madya, dan Certified Professional Internal Auditor (CPIA) bagi audtor utama. Sedangkan bagi yang mengikuti diklat Khusus bagi kepala SPI akan mendapatkan gelar Certified Professional Audit Manager (CPAM).

Read more


News

PROGRAM DIKLAT AUDIT INTERNAL DAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE DISELENGGARAKAN BERSAMAAN DI DUA TEMPAT

16 Dec 2023

Program pendidikan dan pelatihan (diklat) rutin diselenggarakan oleh PPA&K setiap bulan dan terbuka bagi BUMN, BUMD, Rumah Sakit, Intansi Pendidikan, dan Perusahaan Swasta. Terbagi antara kelas virtual dan tatap muka, diklat yang diselenggarakan PPA&K semakin dikenal dan bisa menjalin mitra dengan berbagai instansi/perusahaan di berbagai kota. Pelaksanaan diklat tatap muka sendiri terbagi di beberapa kota, yaitu Bogor untuk pelaksanaan Program Diklat Audit Internal serta Yogyakarta untuk pelaksanaan Program diklat Manajemen Risiko dan Good Corporate Governance (GCG).

Di tahun 2023 bulan Desember merupakan saat terakhir penyelenggaraan diklat sebelum kita berganti ke tahun yang baru. Ada tiga diklat yang diselenggarakan di Bogor, yaitu Diklat Dasar-Dasar Audit yang dibuka tanggl 11 Desember 2023, kemudian pada tanggal 14 Desember 2023 dibuka Diklat Khusus Bagi Kepala SPI. Kemudian untuk diklat yang diselenggarakan di Yogyakarta adalah Certified Governance Oversight Professional (CGOP) dan dibuka pada 12 Desember 2023.

Pada pembukaan Diklat Dasar-Dasar Audit di Bogor, Bapak Supriyadi, Direktur Utama PPA&K, datang dan memberikan sambutan. Ucapan selamat datang diucapkan kepada para peserta karena baru pertama kali bergabung dalam mengikuti Program Diklat Audit Internal. Sebagai awalan, beliau menyapa para peserta dengan menanyakan berapa lama bergabung di pada bagian audit internal atau Satuan Pengawasan Internal (SPI). Tidak mengejutkan bahwa peserta yang mengikuti Diklat Dasar-Dasar Audit ini merupakan orang yang baru bergabung dalam kurun hitungan bulan bahkan ada yang baru dua minggu bergabung menjadi bagian SPl. Diketahui bahwa sebelum bergabung menjadi Auditor, para peserta kebanyakan berasal dari bagian operasional.

“Ada sesuatu yang berbeda antara penugasan operasional dan Satuan Pengawas Internal, cara kerjanya juga berbeda, maka dari itu harus diklat terlebih dulu,” ujar Bapak Supriyadi.

Beliau juga sedikit menjelaskan bahwa posisi yang dipegang oleh peserta di perusahaannya memiliki peranan penting dalam pengendalian internal perusahaan tersebut. Posisi yang berada dibawah pimpinan perusahaan membuat peserta harus mampu membaca situasi dan memberikan rekomendasi terbaik sehingga peserta perlu diberikan pemahaman dasar-dasar audit selama sepuluh hari berjalannya diklat.

”Kalau di dalam Undang-Undang, kita dikatakan harus memberikan rekomendasi terbaik kepada direktur utama terutama dalam rangka asesmen terhadap risiko, pengendalian internal, dan tata kelola perusahaan,” jelasnya.

Berbeda dengan Diklat Dasar-Dasar Audit yang dilakukan selama sepuluh hari di Bogor, Diklat CGOP yang dilakukan di Yogyakarta hanya berlangsung selama tiga hari disertai dengan uji kompetensi bersama Lembaga Sertifikasi Kompetensi Mitra Kalyana Sejahtera (LSP-MKS). Kegiatan pembukaan diklat diikuti oleh peserta yang terdiri dari komisaris perusahaan dan dihadiri oleh Bapak Budi Hanta selaku Direktur Operasional PPA&K. Sesuai dengan namanya, Diklat CGOP ini bertujuan agar pimpinan perusahaan bisa lebih kompeten di bidang pengawasan dan pembinaan tata kelola perusahaan atau tata kelola publik.  Selain itu, peserta juga diharapkan kompeten dalam bidang pengawasan di bidang Manajemen risiko berbasis tata kelola.

Pada pelaksanaan Diklat ini, baik di Bogor maupun di Yogyakarta, PPA&K menghadirkan para pengajar yang memiliki jam terbang tinggi dalam berkarir di bidang Audit Internal, Manajemen Risiko, dan Tata Kelola. Kelebihan ini menarik atensi peserta diklat sehingga aktivitas di dalam kelas bisa hidup karena adanya diskusii yang menarik dengan pengajar. Diklat ini merupakan diklat terakhir yang di tahun 2023, PPA&K selalu mencoba untuk berinovasi agar terus memberikan yang terbaik dan berupaya untuk terus menjalin mitra dengan instansi atau perusahaan supaya bisa berkontribusi dalam pengembangan kompetensi sumber daya manusia. Diklat PPA&K akan kembali dilaksanakan pada bulan Januari 2024.

 

 

 

 

Read more

PRINSIP-PRINSIP UTAMA TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK

20 Oct 2023

Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance - GCG) adalah fondasi universal bagi perusahaan dan organisasi di seluruh dunia dalam mengelola bisnis mereka dengan prinsip-prinsip seperti integritas, transparansi, dan akuntabilitas. Di Indonesia, GCG telah menjadi komponen penting dalam mengatur tata kelola perusahaan, membangun kepercayaan pemegang saham dan pemangku kepentingan, serta merangsang pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan. Untuk merenung lebih dalam tentang GCG di Indonesia, mari kita telusuri inti prinsip-prinsip yang membentuk pondasi kerangka kerja ini.

1. Prinsip Kepatuhan (Compliance):

Prinsip pertama dalam GCG adalah kepatuhan terhadap peraturan dan undang-undang yang berlaku. Perusahaan diwajibkan untuk mematuhi semua regulasi yang berkaitan dengan bisnis mereka, termasuk regulasi pasar modal, peraturan lingkungan, dan peraturan ketenagakerjaan. Kepatuhan ini menciptakan fondasi yang kuat untuk menjaga integritas perusahaan dan menghindari risiko hukum.

2. Prinsip Transparansi (Transparency):

Transparansi adalah prinsip GCG yang menekankan pentingnya memberikan informasi yang jelas dan akurat kepada pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya. Ini termasuk publikasi laporan keuangan yang transparan, informasi tentang kebijakan bisnis, dan keputusan strategis perusahaan. Dengan transparansi yang baik, perusahaan menciptakan kepercayaan dan membantu pemegang saham membuat keputusan yang informasional.

3. Prinsip Akuntabilitas (Accountability):

Akuntabilitas adalah prinsip GCG yang menekankan bahwa setiap orang di perusahaan bertanggung jawab atas tindakan dan keputusannya. Ini mencakup dewan direksi, manajemen eksekutif, dan seluruh staf perusahaan. Akuntabilitas adalah dasar dari sistem pengambilan keputusan yang kuat dan membantu mencegah konflik kepentingan.

4. Prinsip Kejelasan Peran (Clarity of Roles):

Setiap individu dalam perusahaan harus memiliki peran yang jelas dan tanggung jawab yang terdefinisi dengan baik. Ini termasuk pemisahan antara pemegang saham, dewan direksi, dan manajemen eksekutif. Dengan demikian, prinsip ini menghindari penyalahgunaan kekuasaan dan konflik kepentingan yang mungkin muncul jika peran tidak terdefinisi dengan baik.

5. Prinsip Kepentingan Pemegang Saham (Shareholder Interests):

Prinsip ini menekankan bahwa kepentingan pemegang saham harus ditempatkan pada prioritas utama dalam pengambilan keputusan perusahaan. Ini mencakup pembagian dividen yang adil dan pengambilan keputusan yang mempertimbangkan kepentingan jangka panjang pemegang saham.

6. Prinsip Kepentingan Pemangku Kepentingan Lainnya (Stakeholder Interests):

Selain pemegang saham, perusahaan juga harus memperhatikan kepentingan pemangku kepentingan lainnya, seperti karyawan, pelanggan, masyarakat, dan lingkungan. Prinsip ini mempromosikan tanggung jawab sosial perusahaan dan berkelanjutan.

7. Prinsip Transparansi dalam Pelaporan Keuangan (Transparency in Financial Reporting):

Pelaporan keuangan yang tepat waktu, akurat, dan komprehensif adalah prinsip kunci dalam GCG. Perusahaan harus memastikan bahwa laporan keuangan mereka memenuhi standar akuntansi yang relevan dan memberikan gambaran yang jelas tentang kinerja keuangan perusahaan.

8. Prinsip Pengawasan (Oversight):

Pengawasan yang efektif adalah prinsip penting dalam GCG. Dewan direksi harus memiliki mekanisme pengawasan yang kuat terhadap manajemen eksekutif, termasuk audit independen dan komite pengawas.

Kesimpulan:

Prinsip-prinsip utama Tata Kelola Perusahaan yang Baik di Indonesia membentuk dasar dari bagaimana perusahaan mengelola bisnis mereka secara etis dan bertanggung jawab. Penerapan prinsip-prinsip ini membantu menciptakan lingkungan bisnis yang sehat, meningkatkan kepercayaan investor, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Oleh karena itu, GCG merupakan aspek penting yang harus dipahami dan diterapkan oleh setiap perusahaan yang ingin mencapai keberhasilan jangka panjang.

 

Ryan Hegar
Fasilitator, Asesor & Konsultan GCG  

Read more

ASAL USUL TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK DI INDONESIA: DARI AWAL HINGGA SEKARANG

06 Oct 2023

Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance - GCG) telah menjadi landasan utama dalam mengelola perusahaan dan organisasi di seluruh dunia. Di Indonesia, GCG bukanlah konsep yang muncul begitu saja, tetapi melibatkan sejarah panjang, perubahan peraturan, serta usaha keras untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan etika dalam dunia bisnis. Dalam artikel ini, kami akan mengulas perjalanan panjang dari asal usul GCG di Indonesia, dari masa-masa awal hingga saat ini.

Sebelum Era GCG:

Sebelum kita membahas tentang era GCG, penting untuk memahami kondisi bisnis di Indonesia pada masa lalu. Di tahun 1980-an, Indonesia merupakan salah satu negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat. Namun, dalam lingkungan bisnis yang berorientasi pada pertumbuhan tersebut, sering kali kurang diperhatikan aspek-aspek seperti transparansi, akuntabilitas, dan perlindungan hak pemegang saham minoritas. Bisnis seringkali berjalan berdasarkan hubungan personal dan kebijakan yang ambigu.

Munculnya Kesadaran Akan Pentingnya GCG:

Pertumbuhan ekonomi yang pesat juga diikuti oleh beberapa kasus penyalahgunaan kekuasaan dan skandal korupsi dalam dunia bisnis. Hal ini memunculkan kesadaran akan perlunya perubahan. Pada tahun 1990-an, Indonesia mengalami krisis ekonomi yang cukup parah, yang menjadi pemicu bagi reformasi dalam sektor bisnis. Sebagai tanggapan terhadap krisis ini, pemerintah dan para pemangku kepentingan mulai mengakui perlunya prinsip-prinsip GCG yang kuat.

Peran Pemerintah dan Regulator:

Pemerintah Indonesia, bersama dengan regulator seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), memainkan peran penting dalam mempromosikan GCG. Pada tahun 2006, OJK memperkenalkan Pedoman GCG, yang memberikan kerangka kerja untuk perusahaan dalam menerapkan prinsip-prinsip GCG. Pedoman ini secara bertahap diperbarui dan ditingkatkan untuk menjawab perubahan dalam lingkungan bisnis.

Implementasi GCG dalam Perusahaan:

Selama beberapa tahun terakhir, banyak perusahaan di Indonesia telah mulai menerapkan prinsip-prinsip GCG dalam operasi mereka. Dewan direksi dan manajemen eksekutif telah lebih memperhatikan transparansi dalam pelaporan keuangan, menjaga hak pemegang saham minoritas, dan meningkatkan pengawasan internal. Perusahaan yang memiliki komitmen yang kuat terhadap GCG sering mengalami peningkatan kinerja dan mendapatkan kepercayaan dari pasar dan investor.

Tantangan dan Masa Depan GCG di Indonesia:

Meskipun progres telah dicapai, tantangan dalam menerapkan GCG di Indonesia masih ada. Beberapa perusahaan masih menghadapi kendala dalam mengubah budaya organisasi mereka dan memastikan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip GCG. Kemajuan juga harus terus diperjuangkan dalam hal perlindungan hak pemegang saham minoritas dan penanganan konflik kepentingan.

Masa depan GCG di Indonesia harus mempertimbangkan perkembangan global, seperti tren dalam keberlanjutan dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Perusahaan-perusahaan di Indonesia perlu terus beradaptasi dan mengembangkan praktek-praktek terbaik agar tetap relevan di pasar global yang semakin kompetitif.

Kesimpulan:

Dari masa-masa awal yang kurang memperhatikan aspek GCG hingga perkembangan saat ini yang menekankan transparansi, akuntabilitas, dan etika dalam bisnis, Indonesia telah mengalami perjalanan panjang dalam menerapkan GCG. Meskipun tantangan masih ada, komitmen untuk memperkuat GCG di seluruh sektor bisnis adalah langkah penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan mendukung perkembangan bisnis di masa depan. GCG bukanlah sekadar peraturan, tetapi sebuah budaya yang harus ditanamkan di setiap lapisan organisasi untuk mencapai keberhasilan jangka panjang.

 

Ryan Hegar
Fasilitator, Asesor & Konsultan GCG  

Read more

KERJASAMA PPA&K & PT KERETA API LOGISTIK DALAM ASESMEN GOOD CORPORATE GOVERNANCE

30 Sep 2023

PPA&K menjalin kerjasama dengan PT Kereta Api Logistik (PT KALOG) dalam Asesmen Good Corporate Governance (GCG). PT Kalog mempercayakan asesmen GCG kepada PPA&K. Kegiatan ini berlangsung selama tiga bulan, mulai dari bulan Juli sampai dengan September 2023. 

Selama periode pekerjaan, PPA&K melaporkan secara berkala mengenai progres pengerjaan yang telah dilakukan dan rutin berkoordinasi dengan Tim Counterpart. Terakhir, pada 25 September 2023 PPA&K dan  PT KALOG melakukan exit meeting untuk pemaparan hasil akhir asesmen. Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Utama PPA&K, Bapak Supriyadi dan Tim Konsultan PPA&K yang dikepalai oleh Bapak Nur Abdilah. Selain itu dari pihak PT Kalog dihadiri secara virtual oleh Bapak TLN Ahmad Malik selaku Direktur Utama dan Tim Counterpart Assesment GCG PT KALOG yang hadir secara tatap muka dengan ketua tim Ibu Dwi Wulandari.

Tim konsultan yang bertugas melaporkan beberapa hal seperti hasil assesmen PT KALOG tahun buku 2022, perbandingan skor asesmen GCG tahun buku 2021 dan 2022, serta Area of Improvement dan Rekomendasi. Hasil asesmen diperoleh dari penilaian tingkat kesesuaian berdasarkan SK-16/S.MBU/2012 Tentang Indikator/Parameter Penilaian dan Evaluasi atas Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance)

Proses pertama yaitu pengambilan data dengan cara review dokumen. Selanjutnya akan dilakukan konfirmasi data kepada pihak PT KALOG untuk memvalidasi data yang diterima serta perubahan apa yang ada selama periode tertentu. Selain itu, Asesor juga akan memberikan quesioner untuk mengukur tingkat pemahaman GCG seluruh Insan PT KALOG. Terakhir, akan disusun laporan akhir asesmen GCG PT KALOG yang diantaranya berisi hasil asesmen dan rekomendasi. 

Hasil asesmen tersebut akan diukur berdasarkan dengan parameter yang sudah ditetapkan antara lain, Komitmen Terhadap Pengelolaan GCG secara berkelanjutan, Pemegang Saham, Dewan Komisaris, Direksi, Pengungkapan Informasi dan Transparansi. 

Hasil Asesmen GCG PT Kalog menunjukkan kualitas Baik. Tim Konsultan PPA&K memberikan rekomendasi perbaikan yang dapat dipertimbangkan oleh PT KALOG agar nilai GCG di tahun berikutnya bisa meningkat. 

Peningkatan ini sangatlah penting karena merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menentukan keberhasilan usaha dan akuntabilitasnya dalam jangka panjang. Hal ini juga berpengaruh terhadap peningkatan kinerja dan penciptaan citra perusahaan yang baik. Adanya kerjasama dengan PT KALOG membuat PPA&K terpacu untuk terus membantu dan mendorong keberhasilan kinerja perusahaan serta bisa menumbuhkan rasa kepercayaan yang lebih kepada PPA&K sebagai lembaga yang terdepan dan terpercaya.

Read more


News

VOC DAN GCG : PELAJARAN BERHARGA DALAM SEJARAH BISNIS

29 Sep 2023

Sejarah perusahaan dagang Belanda yang mendominasi perdagangan dunia pada abad ke-17, Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC), seringkali dipandang sebagai salah satu perusahaan paling berpengaruh dalam sejarah dunia. VOC didirikan pada tahun 1602 dan diberikan hak istimewa oleh Pemerintah Belanda untuk berdagang di wilayah Asia Timur dan Indonesia. Namun, pada akhirnya, VOC mengalami kebangkrutan dan runtuh pada tahun 1799. Salah satu faktor kunci dalam runtuhnya VOC adalah praktik korupsi yang merajalela dan kegagalan dalam menerapkan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance - GCG). Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi bagaimana korupsi dan ketidakpatuhan terhadap prinsip GCG berkontribusi pada runtuhnya VOC, dan apa pelajaran berharga yang dapat kita ambil dari peristiwa tersebut.

Korupsi dalam Struktur Organisasi VOC:

Salah satu faktor utama yang menyebabkan runtuhnya VOC adalah adanya praktik korupsi yang merajalela di seluruh struktur organisasinya. Para petinggi VOC, termasuk para pejabat senior dan gubernur-gubernur jenderal, seringkali memanfaatkan posisi mereka untuk tujuan pribadi. Mereka terlibat dalam penyalahgunaan kekuasaan, suap, dan mengalihkan dana perusahaan untuk kepentingan pribadi. Hal ini merusak keuangan VOC secara signifikan dan mengurangi kepercayaan pemegang saham dan kreditor terhadap perusahaan.

Ketidakpatuhan terhadap Prinsip GCG:

Salah satu prinsip utama dalam GCG adalah pemisahan antara kepemilikan dan pengelolaan, sehingga mencegah konflik kepentingan. Sayangnya, VOC gagal menerapkan prinsip ini secara efektif. Para pejabat VOC sering kali memiliki kepemilikan saham pribadi dalam perusahaan-perusahaan yang bersaing dengan VOC sendiri, menciptakan konflik kepentingan yang signifikan. Prinsip transparansi juga terabaikan, dengan laporan keuangan yang sering kali tidak akurat atau terlambat.

Dampak Negatif pada Keuangan dan Reputasi:

Akibat dari praktik korupsi dan pelanggaran prinsip GCG adalah menurunnya kinerja keuangan VOC. Keuangan perusahaan yang semula sehat menjadi terancam akibat penyalahgunaan dana dan pencurian aset perusahaan. Kepercayaan publik dan investor yang semula kuat mulai luntur, dan pasar saham VOC mulai mengalami goncangan.

Krisis dan Runtuhnya VOC:

Krisis finansial yang melanda VOC pada akhir abad ke-18 menjadi puncak dari sejumlah masalah yang telah lama terkendala. Pada tahun 1799, VOC secara resmi dinyatakan bangkrut oleh pemerintah Belanda, yang akhirnya mengakhiri eksistensinya sebagai perusahaan dagang yang dominan.

Pelajaran Berharga dari Runtuhnya VOC:

Runtuhnya VOC adalah pelajaran berharga dalam sejarah bisnis yang menyoroti pentingnya penerapan prinsip GCG yang kuat. Praktik korupsi, konflik kepentingan, dan ketidakpatuhan terhadap prinsip GCG dapat membahayakan bahkan perusahaan paling kuat sekalipun. Peristiwa ini menunjukkan bahwa menjaga integritas, transparansi, dan akuntabilitas dalam bisnis adalah kunci untuk kelangsungan dan keberhasilan jangka panjang.

Kesimpulan:

Runtuhnya VOC karena praktik korupsi dan ketidakpatuhan terhadap prinsip GCG adalah peringatan penting bagi semua perusahaan dan organisasi di seluruh dunia. Dalam dunia bisnis yang semakin kompleks, menjaga standar etika yang tinggi dan menerapkan prinsip-prinsip GCG yang kuat adalah kunci untuk membangun bisnis yang berkelanjutan dan menghindari nasib yang sama dengan VOC. Sejarah VOC adalah pengingat yang kuat bahwa integritas dan Tata Kelola Perusahaan yang Baik adalah fondasi yang tak tergantikan untuk keberhasilan bisnis.

 

Ryan Hegar
Fasilitator, Asesor & Konsultan GCG  

Read more

PERKEMBANGAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK SEJAK ERA KLASIK HINGGA MODERN

22 Sep 2023

Konsep Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance - GCG) telah menjadi pondasi yang tak tergantikan dalam dunia bisnis dan keuangan kontemporer. GCG memayungi prinsip-prinsip yang merangkum bagaimana perusahaan dan organisasi mengatur diri mereka, termasuk elemen-elemen penting seperti transparansi, akuntabilitas, keadilan, dan perlindungan hak-hak pemegang saham. Untuk memahami perjalanan panjang dan perkembangan GCG hingga saat ini, mari kita melangkah mundur dalam sejarah, melintasi berbagai era mulai dari zaman klasik hingga era modern yang melibatkan dinamika perusahaan dan tata kelola yang semakin kompleks.

Era Klasik dan Awal Perkembangan GCG:

Pada masa-masa klasik, konsep GCG seperti yang kita kenal saat ini belum sepenuhnya terbentuk. Namun, sejarah mencatat beberapa praktik dan prinsip yang menunjukkan pemikiran awal tentang cara mengelola bisnis dan organisasi dengan etika yang baik. Misalnya, dalam Yunani Kuno, filsuf-filsuf seperti Plato dan Aristoteles telah membahas masalah etika dalam bisnis dan peran pemilik dalam mengelola perusahaan. Prinsip-prinsip ini memberikan fondasi awal untuk pemahaman tentang tanggung jawab pemilik terhadap pemegang saham dan masyarakat secara lebih luas.

Era Klasik (abad ke-4 SM - abad ke-18 M): Pada masa ini, perusahaan-perusahaan masih berbentuk usaha keluarga atau persekutuan dagang yang sederhana. Prinsip-prinsip GCG belum terlihat secara eksplisit, tetapi sudah ada beberapa nilai dasar yang mendasari pengelolaan usaha, seperti kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab. Contoh perusahaan yang berdiri pada era ini adalah Bank of Venice (1157), Bank of Barcelona (1401), dan Bank of Amsterdam (1609).

Revolusi Industri dan Pemisahan Kepemilikan:

Perkembangan GCG yang lebih nyata terjadi selama Revolusi Industri pada abad ke-18 dan 19. Saat perusahaan mulai tumbuh lebih besar dan kompleks, pemisahan antara kepemilikan dan pengelolaan perusahaan menjadi semakin penting. Pemegang saham yang terpencar-pencar membutuhkan mekanisme untuk melindungi kepentingan mereka. Inilah saat di mana konsep dewan direksi dan manajemen eksekutif muncul sebagai elemen utama dalam struktur perusahaan.

Era Revolusi Industri (abad ke-18 - abad ke-19): Pada masa ini, terjadi perubahan besar-besaran dalam bidang teknologi, transportasi, dan komunikasi yang memicu pertumbuhan ekonomi dan perdagangan global. Perusahaan-perusahaan mulai berkembang menjadi lebih besar, kompleks, dan beragam. Muncul pula bentuk perusahaan baru seperti perseroan terbatas (limited liability company) dan konglomerat. Prinsip-prinsip GCG mulai diperlukan untuk mengatur hubungan antara pemilik modal, manajemen, dan pihak lain yang terlibat dalam usaha. Contoh perusahaan yang berdiri pada era ini adalah East India Company (1600), New York Stock Exchange (1792), dan General Electric (1892).

Pengaruh Perang Dunia dan Regulasi:

Setelah Perang Dunia I dan II, terjadi perkembangan signifikan dalam regulasi dan peraturan perusahaan. Masyarakat semakin menyadari bahwa perusahaan memiliki dampak besar pada ekonomi dan masyarakat, dan oleh karena itu, prinsip-prinsip GCG yang lebih ketat menjadi semakin penting. Badan regulasi seperti Komisi Sekuritas dan Bursa (Securities and Exchange Commission - SEC) di Amerika Serikat didirikan untuk mengawasi pasar modal dan memastikan transparansi dan akuntabilitas.

Era Modern (abad ke-20 - sekarang): Pada masa ini, terjadi perkembangan pesat dalam bidang politik, sosial, budaya, dan lingkungan yang mempengaruhi dunia bisnis. Perusahaan-perusahaan menghadapi tantangan dan peluang yang semakin kompleks dan dinamis. Prinsip-prinsip GCG menjadi semakin penting untuk menjaga kepercayaan, reputasi, dan kredibilitas perusahaan di mata pemegang saham, pemangku kepentingan, dan masyarakat. Muncul pula berbagai standar, kode etik, regulasi, dan praktik terbaik GCG di tingkat nasional maupun internasional. Contoh perusahaan yang berdiri pada era ini adalah Microsoft (1975), Google (1998), dan Alibaba (1999).

Globalisasi dan Standar Internasional:

Dalam era globalisasi, banyak perusahaan beroperasi di berbagai negara dengan beragam peraturan dan budaya bisnis. Hal ini memicu upaya untuk menciptakan standar internasional dalam GCG. Sejumlah organisasi internasional seperti Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia, dan Organisasi untuk Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) telah berperan dalam mengembangkan pedoman GCG yang diadopsi oleh banyak negara.

Perkembangan Teknologi dan Era Digital:

Perkembangan teknologi informasi dan era digital juga telah mengubah lanskap GCG. Akses informasi yang cepat dan transparan, serta penggunaan teknologi untuk melacak dan melaporkan kinerja perusahaan, telah menjadi bagian integral dari praktik GCG modern. Demikian pula, keamanan data dan privasi telah menjadi perhatian utama dalam era digital ini.

Tantangan Masa Depan dan Kesimpulan:

Saat ini, GCG terus menghadapi tantangan baru, termasuk isu-isu keberlanjutan, etika dalam kecerdasan buatan, dan ketahanan bisnis dalam menghadapi perubahan mendalam. Namun, perkembangan GCG dari era klasik hingga modern mencerminkan kesadaran akan pentingnya etika, transparansi, dan akuntabilitas dalam dunia bisnis. Kesimpulannya, GCG telah menjadi landasan utama dalam mengelola perusahaan dan organisasi di era modern, dan pemahaman yang lebih baik tentang sejarahnya dapat membantu kita mengatasi tantangan-tantangan masa depan dengan lebih bijak dan bertanggung jawab.

Tahapan perkembangan GCG yang telah terjadi sejak era klasik hingga modern menunjukkan betapa pentingnya GCG dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan perusahaan di tengah perubahan yang terjadi di lingkungan bisnis. Dalam era modern, GCG semakin menjadi fokus utama perusahaan, yang harus diprioritaskan untuk mencapai kinerja, nilai, dan akuntabilitas yang baik. Perusahaan harus memahami prinsip-prinsip GCG dan mengimplementasikannya dalam setiap aspek bisnisnya untuk mencapai tujuan jangka panjang yang berkelanjutan.

 

Ryan Hegar
Fasilitator, Asesor & Konsultan GCG 

Read more

ASAL USUL TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK: DARI AWAL HINGGA SEKARANG

15 Sep 2023

Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance - GCG) adalah salah satu konsep paling penting dalam dunia bisnis saat ini. GCG menentukan bagaimana perusahaan dan organisasi diatur dan dijalankan, dengan penekanan pada prinsip-prinsip seperti transparansi, akuntabilitas, keadilan, dan kepatuhan hukum. Namun, sebelum GCG menjadi pusat perhatian global, bagaimana asal usulnya dan bagaimana konsep ini berkembang menjadi hal yang sangat penting dalam dunia bisnis di seluruh dunia? Dalam artikel ini, kita akan melakukan perjalanan melalui sejarah GCG, dari masa-masa awal hingga saat ini.

Masa-masa Awal GCG:

Tata kelola perusahaan yang baik bukanlah konsep yang baru. Sejarahnya dapat ditelusuri sejak zaman kolonialisme, ketika perusahaan-perusahaan dagang Eropa seperti VOC dan British East India Company mendominasi perdagangan dunia. Perusahaan-perusahaan ini memiliki struktur organisasi yang kompleks, dengan pemegang saham, direksi, manajer, dan pegawai yang terlibat dalam pengambilan keputusan bisnis.

Namun, perusahaan-perusahaan ini juga sering menghadapi masalah-masalah seperti korupsi, penyalahgunaan wewenang, konflik kepentingan, dan kurangnya pengawasan. Hal ini menyebabkan kerugian bagi pemegang saham dan masyarakat luas. Misalnya, VOC bangkrut pada tahun 1799 karena manajemen yang buruk dan hutang yang menumpuk. Sementara itu, British East India Company menjadi penyebab terjadinya Pemberontakan India pada tahun 1857 karena praktik-praktik eksploitatif dan tidak adilnya.

Untuk mengatasi masalah-masalah ini, muncul berbagai upaya untuk mereformasi tata kelola perusahaan. Salah satu upaya awal adalah Undang-Undang Perusahaan Inggris tahun 1844, yang mengharuskan perusahaan untuk menyampaikan laporan keuangan mereka secara publik. Upaya lain adalah Undang-Undang Sarbanes-Oxley tahun 2002 di Amerika Serikat, yang dibuat sebagai respons terhadap skandal-skandal akuntansi seperti Enron dan WorldCom.

Konsep GCG pertama kali muncul di Amerika Serikat pada awal abad ke-20, tetapi perhatian serius terhadap GCG baru dimulai beberapa dekade yang lalu. Pada tahun 1932, Amerika Serikat mengalami Depresi Besar, yang sebagian besar disebabkan oleh kejatuhan pasar saham dan praktik bisnis yang kurang etis. Sebagai respons terhadap krisis ini, pemerintah AS mengesahkan Securities Act of 1933 dan Securities Exchange Act of 1934, yang mendirikan Komisi Sekuritas dan Bursa (Securities and Exchange Commission - SEC) untuk mengatur pasar modal dan mendorong praktik bisnis yang lebih transparan.

 

Pengaruh di Seluruh Dunia:

Ketika praktik GCG mulai diterapkan dengan lebih serius di Amerika Serikat, dampaknya segera merambat ke seluruh dunia. Negara-negara lain, terutama negara-negara dengan ekonomi yang berkembang pesat, mulai memahami pentingnya menerapkan prinsip-prinsip GCG untuk meminimalkan risiko dan meningkatkan kepercayaan investor.

Peran Organisasi Internasional:

Selama beberapa dekade terakhir, berbagai organisasi internasional seperti Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memainkan peran penting dalam mempromosikan GCG di seluruh dunia. Mereka memberikan panduan dan pedoman kepada negara-negara anggota tentang bagaimana menerapkan prinsip-prinsip GCG dalam sektor bisnis mereka.

Perkembangan Peraturan dan Pedoman:

Pengembangan peraturan dan pedoman GCG telah menjadi prioritas utama di banyak negara. Sebagai contoh, Komite Tingkat Tinggi (High-Level Committee - HLC) di India diberikan mandat untuk menyusun panduan GCG untuk perusahaan-perusahaan India pada tahun 2003. Di Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerbitkan peraturan yang mengatur GCG dalam konteks perusahaan terbuka.

Upaya-upaya ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan tanggung jawab perusahaan kepada pemegang saham dan masyarakat. Selain itu, juga muncul berbagai standar dan kode etik yang mengatur tata kelola perusahaan, seperti OECD Principles of Corporate Governance, UN Global Compact, dan ISO 26000.

Penerapan GCG dalam Praktik Bisnis:

Salah satu tonggak penting dalam perkembangan GCG adalah penerapannya dalam praktik bisnis. Banyak perusahaan di seluruh dunia sekarang memiliki kode etik dan pedoman internal yang mengatur perilaku bisnis mereka. Dewan direksi dan manajemen eksekutif diberikan tanggung jawab untuk memastikan perusahaan mematuhi prinsip-prinsip GCG.

Tantangan dan Masa Depan GCG:

Meskipun ada kemajuan yang signifikan dalam menerapkan GCG di seluruh dunia, tantangan masih ada. Terutama, perusahaan-perusahaan di seluruh dunia harus menghadapi tantangan seperti perkembangan teknologi yang cepat, keberlanjutan, dan pengawasan regulasi yang lebih ketat. Masa depan GCG akan mencakup penyesuaian dengan perubahan ini dan upaya untuk memastikan bahwa prinsip-prinsip GCG tetap relevan dalam lingkungan bisnis yang terus berubah.

 

Kesimpulan:

Dari awal yang sederhana hingga menjadi norma bisnis global yang sangat penting, sejarah GCG adalah kisah tentang bagaimana praktik bisnis telah berubah seiring waktu. Dalam dunia yang semakin kompleks dan terhubung, penting untuk terus memperkuat prinsip-prinsip GCG agar bisnis dapat beroperasi dengan etika, transparansi, dan keberlanjutan yang kuat. Sebagai pemangku kepentingan dalam dunia bisnis, kita semua memiliki peran untuk memastikan bahwa GCG tetap menjadi bagian integral dari setiap organisasi.

 

Ryan Hegar
Fasilitator, Asesor & Konsultan GCG 

Read more

DIKLAT DAN SERTIFIKASI QUALIFIED RISK GOVERNANCE PROFESSIONAL (QRGP) KEMBALI DILAKSANAKAN

23 Aug 2023

Pusat Pengembangan Akuntansi dan Keuangan (PPA&K) memiliki program Diklat dan Sertifikasi Manajemen Risiko yang telah bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Mitra Kalyana Sejahtera (LSP MKS). Tidak seperti Diklat dan Sertifikasi Audit Internal yang dilaksanakan di Bogor, Jawa Barat, program Diklat dan Sertifikasi Manajemen Risiko ini dilaksanakan di Yogyakarta, tepatnya di Hotel Fortuna Grande Malioboro, pada 21 sampai 25 Agustus 2023. 

Pelaksanaan Diklat dan Sertifikasi di PPA&K sudah ditetapkan sejak awal tahun berjalan dan saat ini adalah jadwal Qualified Risk Governance Professional (QRGP) untuk dilaksanakan. Pelaksanaan kegiatan tersebut melibatkan peserta yang merupakan para Direksi yang berfungsi sebagai risk owner di tingkatan strategis, serta para Komisaris yang bertugas untuk memantau efektivitas proses manajemen risiko. Pada hal ini Direksi bertanggungjawab atas pelaksanaan manajemen risiko, sehingga harus menetapkan strategi dan kebijakan manajemen risiko yang efektif. Sedangkan Komisaris yang mengawasi pelaksanaan manajemen risiko secara efektif agar bisa menunjang Good Corporate Governance dan menciptakan nilai yang baik bagi perusahaan. 

Materi yang akan dipelajari oleh peserta selama diklat adalah seputar manajemen risiko berdasarkan SNI ISO 31000 yang merupakan pedoman bagi perusahaan untuk menciptakan nilai tambah yang berkesinambungan dalam situasi bisnis yang penuh ketidakpastian. Peserta akan mendapatkan materi tersebut dari pengajar yang profesional dan sudah berpengalaman di bidang manajemen risiko selama lebih dari 15 tahun. 

Setelah selesai melaksankan diklat, peserta akan melakukan uji kompetensi atau asesmen QRGP oleh LSP-MKS. Uji kompetensi ini akan dilakukan pada hari terakhir diklat, atau tanggal 25 Agustus 2023.

Read more


News

PESERTA DIKLAT TATAP MUKA PPA&K IKUT MENYEMARAKAN HUT RI KE-78

17 Aug 2023

HUT Republik Indonesia merupakan momentum yang selalu diperingati oleh bangsa Indonesia untuk memperingati perjuangan para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Sudah menjadi tradisi di Indonesia setiap peringatan hari kemerdekaan akan diadakan berbagai lomba yang akan memeriahkan suasana kemerdekaan.

Menyambut HUT Republik Indonesia ke -78, PPA&K mengajak para peserta diklat untuk ikut serta dalam berbagai perlombaan. Kegiatan lomba berlangsung tepat di tanggal 17 Agustus 2023, di Cisadane, Bogor, Jawa Barat. Hal ini juga dilakukan sebagai refreshing peserta di sela-sela waktu diklat.

Peserta begitu antusias dan kompetitif dalam mengikuti perlombaan. Panitia membagi peserta kedalam dua kelompok untuk memulai perlombaan. Sebelum itu, peserta akan membuat yel-yel terbaik untuk sorakan semangat anggotanya. Berkat adanya perlombaan yang diadakan oleh PPA&K, semua peserta bisa berinteraksi dan menjadi lebih dekat satu sama lain dengan adanya kerjasama.

Kekompakan para peserta diuji saat lomba memindahkan air didalam ember secara estafet, karena peserta harus konsentrasi dan bekerjasama agar air tersebut tidak banyak terbuang. Kemudian lomba yang selalu ada di setiap tanggal 17 Agustus adalah lomba makan kerupuk. Masing-masing kelompok akan menunjuk perwakilan sebanyak 4 peserta untuk mengikuti lomba tersebut. Tidak ketinggalan lomba yang berhubungan dengan Diklat di PPA&K yaitu menyebutkan sebanyak-banyaknya diklat di PPA&K dan hal yang berkaitan dengan Audit. Peserta sangat bersemangat karena mampu menjawab pertanyaan. Diiringi oleh musik, para peserta semakin bersemangat dalam mengikuti perlombaan. 

Kegiatan dilanjutkan dengan mengajak peserta untuk rafting di aliran sungai Cisadane. Kemudian kegiatan ditutup setelah peserta kembali ke titik kumpul kegiatan dengan pembagian hadiah bagi para pemenang perlombaan.

Dirgahayu Indonesia,
Terus Melaju Untuk Indonesia Maju!

Read more

PT BANK JATIM TBK KEMBALI MENGIKUTI DIKLAT DAN UJI KOMPETENSI DI PPA&K

02 Aug 2023

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur, Tbk sangat mendukung perkembangan kualitas dan kompetensi para pegawainya dengan berbagai pelatihan. Bekerjasama dengan PPA&K,  PT Bank Pembanguanan Daerah Jawa Timur, Tbk   menyelenggarakan In House Training (IHT) Program Diklat dan Uji Kompetensi Audit Internal 1 Akuntasi dan Keuangan (Auditor Muda) setara dengan ACCIA bagi PT Bank Pembanguanan Daerah Jawa Timur, Tbk. Kegiatan ini dilakukan secara tatap muka di Graha Widya Bhakti, STIESIA Surabaya dan pembukaan dilakukan pada 31 Juli 2023. 

Para peserta sangat antusias dalam mengikuti Program IHT Diklat dan Uji Kompetensi. Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh, Bapak Supriyadi, Direktur Utama PPA&K, serta Direktur Operasional, Bapak Budi Hanta. Selama mengikuti pelatihan para peserta akan menerima materi dan dipersilahkan untuk berdiskusi dengan para pengajar terkait dengan permasalahan yang dihadapi. 

Setelah beberapa kali bekerjasama, baik PPA&K maupun PT Bank Pembanguanan Daerah Jawa Timur, Tbk, menginginkan agar kegiatan ini berjalan dengan lancar seperti kegiatan sebelumnya. Diagendakan bahwa kegiatan ini akan dilaksanakan mulai tanggal 31 Juli sampai dengan 10 Agustus 2023. Di hari terakhir pelatihan, para peserta akan mengikuti Uji Kompetensi oleh Lembaga Sertifikasi Kompetensi Audit Internal (LSPAI).

Read more

DIKLAT DAN SERTIFIKASI QRMA KEMBALI DILAKSANAKAN

26 Jul 2023

Pelaksanaan Program Diklat di PPA&K terbagi menjadi virtual dan tatap muka. Diklat Tatap muka sendiri dilaksanakan di beberapa kota, yaitu Bogor, Bandung, Yogyakarta, dan Malang. 

Qualified Risk Management Analyst (QRMA) merupakaan salah satu program Diklat dan Sertifikasi Manajemen Risiko yang diselenggarakan oleh PPA&K. Pelaksanaan diklat diadakan di Kota Yogyakarta, tepatnya di Hotel Meliá Purosani Yogyakarta mulai tanggal 24 hingga 29 Juli 2023. kegiatan ini diikuti peserta yang  berasal dari PT Pertamina Geothermal Energy Tbk.

Diklat dan Sertifikasi QRMA ini bisa diikuti oleh para staff di seluruh unit kerja, serta para asisten manajer, yang berfungsi sebagai Risk Officer tingkat madya, tingkat Risk Champion, atau Risk Taking Unit, dan mengemban tugas pelaksanaan proses manajemen risiko yang dijalankan oleh unit kerjanya.

Selama mengikuti dikat, peserta akan menerima kateri dari para pengajar yang merupakan praktisi dan akademisi yang profesional dan berpengalaman. Peserta akan dibekali dengan materi yang berkaitan manajemen risiko sesuai SNI ISO 31000 mulai dari perencanaan hingga pengaplikasiannya. Selain itu, akan diberikan pemahaman mengenai struktur organisasi yang mengacu pada GCG di Indonesia, kepemimpinan manajemen, aspek hukum dan kepatuhan perusahaan, dan aspek strategi perusahaan. 

Setelah diklat selesai, peserta akan mengikuti uji kompetensi sertifikasi QRMA. PPA&K bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Mitra Kalyana Sejahtera (LSP MKS) dalam menyelenggarakan Uji Kompetensi yang akan dilaksanakan pada hari terakhir dilaksanakannya program diklat sertifikasi QRMA.

Read more

KERJASAMA TERUS BERLANJUT, IN HOUSE TRAINING AUDIT INTERNAL 1 PADA PT BANK JATIM TBK KEMBALI DILAKSANAKAN

13 Jun 2023

Demi mendorong perkembangan sumber daya yang unggul dan kompeten, PPA&K menjalin kerjasama dengan berbagai perusahaan agar mengirimkan pegawainya untuk mengikuti program pendidikan dan pelatihan. Atas kerjasama yang terus terjalin baik, perusahaan mempercayakan PPA&K dan kembali lagi dalam mengikuti kegiatan pendidikan dan pelatihan. Seperti halnya PT Bank Pembanguanan Daerah Jawa Timur, Tbk yang kembali melaksanakan In House Training Program Diklat dan Uji Kompetensi Audit Internal 1 Akuntasi dan Keuangan (Auditor Muda) setara dengan ACCIA (Associate Certified Competent Internal Auditor) gelombang kedua. 

Kegiatan yang berlangsung dari 6 sampai 15 Juni 2023 ini diikuti oleh 15 peserta dan dilaksanakan secara tatap muka di Graha Widya Bhakti, STIESIA Surabaya. Selama mengikuti kegiatan In House Training, peserta akan menerima materi yang berkaitan dengan Dasar-Dasar Audit dan Audit Operasional, dengan durasi 100 jam latihan. Setelah mengikuti pendidikan dan pelatihan, peserta akan melaksanakan Uji Kompetensi oleh Lembaga Sertifikasi Kompetensi Audit Internal (LSPAI) pada 16 Juni 2023.  

Seperti halnya gelombang pertama, pada gelombang kedua ini peserta juga  sangat antusias dalam menerima pembelajaran. Direktur Operasional PPA&K, Bapak Budi Hanta, juga turut menjadi pengajar dalam kegiatan ini. Sesi diskusi pun dirasa efektif karena antara pengajar dan peserta terjalin komunikasi yang interaktif. Tidak hanya itu, PPA&K juga turut mengundang pengajar yang sudah lebih dari belasan tahun kompeten dan berpengalaman di bidang audit dan self assesment internal control, sehingga pertanyaan peserta dapat terjawab dengan penjelasan yang mudah dipahami. 

Sebelumnya, PPA&K juga menyelenggarakan In House TrainingProgram Diklat dan Uji Kompetensi Audit Internal 1 Akuntasi dan Keuangan (Auditor Muda) setara dengan ACCIA (Associate Certified Competent Internal Auditor) gelombang pertama pada tanggal 4 sampai 14 Mei 2023. Kegiatan gelombang kedua ini merupakan bentuk kerjasama berkelanjutan dengan tujuan mempersiapkan para auditor agar memiliki kompetensi yang diakui oleh lembaga lain, sehingga pengetahuan dan keterampilan bisa meningkat. 

Read more


News

PPA&K MENJADI PENYELENGGARA IN HOUSE TRAINING DAN TEMPAT UJI KOMPETENSI AUDIT INTERNAL 1 AKUNTANSI DAN KEUANGAN (AUDITOR MUDA) PADA PT BANK PEMBANGUNAN DAERAH JAWA TIMUR

04 May 2023

Seorang auditor internal akan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni apabila sudah menyandang gelar PIA. Demi mendapatkan gelar tersebut dari Dewan Sertifikasi AAI (Asosiasi Auditor Internal), mensyaratkan seorang auditor internal harus mengikuti rangkaian pendidikan dan pelatihan berjenjang. 

Pusat Pengembangan Akuntansi dan Keuangan (PPA&K) kembali dipercaya untuk menjadi penyelenggara In House Training dan Tempat Uji Kompetensi. Kali ini PT Bank Pembanguanan Daerah Jawa Timur, Tbk yang memberikan kesempatan bagi 15 orang pegawainya untuk bisa mengikuti Program diklat dan uji kompetensi Audit Internal 1 Akuntasi dan Keuangan (Auditor Muda) setara dengan ACCIA (Associate Certified 
Competent Internal Auditor) di PPA&K. 

Pelatihan tersebut dibuka pada 4 Mei 2023 di Graha Widya Bhakti STIESIA Surabaya, dan direncanakan pada selesai pada 14 Mei 2023.

Tujuan diadakannya program diklat dan uji kompetensi ini agar SDM PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur mempersiapkan diri dan  mempunyai kompetensi yang setara juga diakui oleh lembaga lain. Pada pendidikan dan pelatihan ini para peserta akan dibekali materi oleh para praktisi dan akademisi kompeten dan berpengalaman. 

Adapun materi yang dipelahari mulai dari dasar-dasar audit, pengertian dasar auditing dan paradigma baru auditor internal, teknik audit, membuat laporan hasil audit, sampai mempelajari tentang audit operasional.

Para peserta akan diberikan kesempatan untuk berpartisipasi aktif dengan berdiskusi hal yang relevan dengan permasalahan yang kerap dihadapi oleh seorang auditor internal. Sampai dengan tanggal 13 Mei 2023, peserta akan menerima materi dari para fasilitator. Kemudian pada hari terakhir, tanggal 14 Mei 2023, peserta akan melakukan uji kompetensi yang dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Auditor Internal (LSPAI) untuk mengukur kemampuan peserta sebagai seorang auditor muda. 

PPA&K dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur memiliki harapan yang sama, agar semua peserta bisa mengikuti kegiatan ini dengan baik dan bisa menerapkan ilmu yang didapatkan untuk mencapai visi dan misi Perusahaan.

Read more

DIKLAT TATAP MUKA PERIODE MARET 2023 TELAH SELESAI

20 Mar 2023

Diklat tatap muka periode Maret 2023 sudah selesai diselenggarakan. Diklat tersebut dilaksanakan di Green Forest Hotel, Bogor, Jawa Barat. Kali ini ada 4 diklat yang terlaksana, antara lain Diklat Khusus bagi Kepala SPI, Diklat Audit Kecurangan, Diklat Analisis Laporan Keuangan, dan Diklat Risk Based Budgeting.

 

Pembukaan diklat dilaksanakan pada Senin, 13 Maret 2023 dengan dihadiri sekaligus dibuka oleh Direktur Operasional PPA&K, Bapak Budi Hanta. Peserta yang bergabung dalam diklat tatap muka periode Maret 2023 berasal dari berbagai instansi, baik BUMN maupun Swasta. 

 

Sebelum peserta memulai pembelajaran, panitia diklat mengajak para peserta untuk mengakrabkan diri melalui kegiatan outing berupa rafting yang dilakukan di Cisadane, Bogor, Jawa Barat. Peserta sangat antusias mengikuti rafting tersebut. Kesesokan harinya diklat dilanjutkan dengan proses pembelajaran.

 

Pada Diklat Khusus Bagi Kepala SPI, peserta diberikan pemahaman mengenai pengelolaan kegiatan audit internal dan diberikan pemahaman mengenai penulisan laporan hasil audit yang efektif serta berbagai hal lain yang layak untuk diberikan kepada seorang pemimpin unit audit internal agar memudahkan dalam pelaksanaan tugas-tugasnya. Diklat ini merupakan bagian dari program Diklat Auditor Internal. 

 

Bagi para peserta yang mengikuti Diklat Audit Kecurangan, akan dibekali dengan pengetahuan dan teknis mengenai kecurangan yang biasanya terjadi di perusahaan serta pencegahan yang efektif. Dibutuhkan sebuah keahlian dalam menangani kecurangan tersebut karena hal tersebut bisa menurunkan kinerja, kerugian finansial, dan sumber daya. Selain itu, keahlian auditor dalam mengurangi risiko 

kecurangan dapat menentukan apakah perusahaan tersebut memiliki pengendalian internal yang mendukung. 

 

Adapun Diklat Analisis Laporang Keuangan yang akan membantu peserta dalam memprediksi peluang dan strategi bisnis serta menilai tujuan perusahaan dan pengendalian internal. Kemudian ada Diklat Risk Based Budgeting akan membekali peserta dengan pemahaman mengenai prinsip penganggaran pada suatu perusahaan dengan perihitungan risiko yang akan terjadi. 

 

Pada diklat tatap muka di PPA&K, para peserta akan dibekali oleh para praktisi dan akademisi berpengalaman sehingga peserta akan mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi lebih dalam mengenai materi yang diberikan. Bagi peserta Diklat khusus bagi Kepala SPI dan Audit kecurangan, peserta akan melakukan uji kompetensi di hari terakhir diklat dilaksanakan bersama Lembaga Sertifikasi Profesi Auditor Internal (LSPAI). 

 

Setelah semua rangkaian diklat selesai, dilakukan penutupan Diklat. Penutupan dilakukan sebanyak dua sesi. Sesi pertama dilakukan pada hari Jumat, 17 Maret dan penutupan sesi kedua dilakukan pada Sabtu, 18 Maret 2023 dengan dihadiri oleh Bapak Supriyadi selaku Direktur Utama PPA&K. Adanya dukungan dan kepercayaan para peserta terhadap PPA&k sebagai tempat pendidikan dan pelatihan, PPA&K akan terus bertransformasi untuk menjadi lebih baik, semakin terdepan dan terpercaya.

Read more

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RISIKO (SIMKO) DAN PERATURAN MENTERI BUMN NOMOR 5 TAHUN 2022

01 Mar 2023

Pengelolaan risiko merupakan praktek bisnis yang saat ini telah diterima dan dilaksanakan sebagai bentuk dari kehati-hatian dalam seluruh kegiatan. Perbankan, pemerintahan, industri, perkebunan, pertambangan, kehutanan, dan berbagai seluruh sektor lainnya dipastikan saat ini telah menerapkan manajemen risiko. Dengan penerapan manajemen risiko yang melembaga, konsisten, dan berkualitas telah terbukti meningkatkan kesiapsediaan organisasi menghadapi ketidakpastian yang pada akhirnya meningkatkan probabilitas pencapaian tujuan.

Pengelolaan risiko yang berkualitas adalah pengelolaan risiko yang meliputi seluruh aspek, kegiatan, serta fungsi dalam organisasi atau perusahaan. Pengelolaan risiko memerlukan penanganan yang komprehensif karena pencapaian tujuan juga merupakan upaya bersama yang melibatkan seluruh sumber daya yang ada di organisasi. Pengelolaan risiko yang komprehensif akan membawa konsekuensi pada luas, ragam, dan intensitas serta kuantitas informasi yang sangat signfikan.

Penanganan risiko dengan kuantitas yang signifikan ini sangat rentan dan hampir tidak mungkin untuk ditangani secara manual. Penanganan data dalam jumlah besar dan ragam kegiatan yang sangat kompleks membutuhkan sistem informasi yang khusus menangani risiko.

Sistem informasi yang menangani risiko sangat unik dan spesifik karena berkaitan dengan proses bisnis dari manajemen risiko tersebut yang juga spesifik. Pengelolaan risiko akan memerlukan proses identifikasi kejadian yang terus berkembang serta bervariasi, penanganan kemungkinan kejadian dan dampak, penetapan nilai risiko, identifikasi pengendalian tersedia dan pengendalian yang direncanakan dalam bentuk mitigasi juga merupakan informasi tersendiri. Sistem ini juga harus terbuka untuk dikaitkan dan interface dengan sistem lain yang terkait dengan risiko seperti sistem pengelolaan audit internal, sistem pendukung pengambilan keputusan, dan sistem lain yang terkait. Untuk itu diperlukan sistem informasi yang khusus mengelola risiko atau SIMKO.

Kementerian BUMN dalam triwulan 4 2022 menerbitkan Peraturan Menteri Nomor 5 yang mengatur mengenai Manajemen Risiko. Dalam Pasal 24 ditetapkan untuk dapat mengelola risiko secara handal dalam tiap tahapan prosesnya diperlukan dukungan sistem informasi. Dukungan sistem informasi ini akan memberikan keyakinan yang memadai kepada para pemangku kepentingan bahwa pengelolaan risiko telah berjalan sebagaimana mestinya. Kami telah berhasil mengembangkan sistem informasi yang khusus mengelola risiko (SIMKO). Sistem ini sangat sesuai dengan ekspektasi pengelolaan risiko yang handal dan komprehensif.

Read more

LIKELIHOOD DAN IMPACT : DUA PILAR UTAMA PENGELOLAAN RISIKO

22 Feb 2023

Saat ini telah banyak literasi yang menguraikan membahas mengenai manajemen risiko. Pembahasan ini mulai dari teori dasar dan teori klasik mengenai risiko, penerapan manajemen risiko secara umum, sampai dengan pembahasan manajemen risiko yang spesifik dilaksanakan dalam industri yang spesifik. Semua literasi ini memberikan pedoman serta petunjuk mengenai manajemen risiko dari berbagai sudut. Dengan mengkaji literasi ini akan meningkatkan wawasan, pengetahuan, dan juga memperkaya knowledge mengenai praktek bisnis yang merupakan representasi dari penerapan kehati-hatian.

Dalam teori-teori mengenai pengelolaan risiko, terdapat satu persamaan definisi yaitu risiko merupakan suatu potensi atau kemungkinan terjadinya sesuatu. Potensi kejadian ini umumnya adalah kejadian yang dapat berpotensi menghambat atau risiko yang bersifat negatif. Definisi ini dirumuskan oleh ISO 31000 dan COSO ERM. Selain itu terdapat kemungkinan juga adanya potensi yang justru mendorong, mempercepat, dan meningkatkan probabilitas pencapaian tujuan. Potensi ini oleh ISO 31000 dirumuskan sebagai risiko positif. Karena risiko bersifat ketidakpastian maka terdapat dua pilar yang memiliki korelasi dan menjadi menjadi bagian dari proses identifikasi yaitu kemungkinan keterjadian (likelihood) dan analisis dampak (kerugian) yang ditimbukan (impact).

Kemungkinan Keterjadian – Likelihood

Sebagai bentuk praktek atas antisipasi adanya peristiwa atau kondisi yang mungkin terjadi di masa depan, maka salah satu pilar yang memegang peranan adalah kemungkinan keterjadian atau likelihood. Memprediksikan potensi suatu kejadian di masa depan akan sangat bergantung pada penentuan besaran kemungkinan keterjadiannya peristiwa yang sudah diidentifikasi. Dalam penetapan keterjadian ini berlaku ketentuan pokok dalam manajemen risiko yaitu:

  1. Tidak ada peristiwa atau risiko yang kemungkinan kejadiannya sama sekali tidak akan terjadi, atau
  2. Tidak ada risiko yang diprediksi pasti terjadi
  3. Dalam notasi dapat dituliskan 0% < likelihood < 100%.

Peristiwa yang sudah diidentifikasi ini merupakan risiko yang diduga dapat terjadi di masa depan. Masa depan disini mengandung pengertian masa depan dalam jangkauan yang relevan yang terkait dengan pencapaian tujuan, misalkan dalam kaitan pencapaian tujuan tahunan maka rentang waktu masa depan adalah dalam satu tahun. Pengelolaan risiko akan menetapkan prediksi atau probabilitas terjadinya peristiwa ini dalam satu tahun ke depan.

Penetapan probabilitas ini tentu bukan merupakan suatu kepastian melainkan merupakan kemungkinan yang terdapat kemungkinan tepat dan akurat, bisa jadi lebih tinggi frekuensinya, lebih rendah, atau bahkan tidak terjadi sama sekali. Tetapi dalam pengelolaan risiko penetapan kemungkinan keterjadian merupakan salah satu unsur yang memiliki kontribusi signifikan.

Likelihood ini bisa didefinisikan dengan berbagai cara dan dapat terbagi menjadi beberapa tingkatan. Perumusannya bisa berdasarkan ukuran kualitatif yang dapat didefinisikan dalam berbagai kemungkinan frekuensinya misalkan:

  1. Sangat Sering
  2. Sering
  3. Cukup Sering
  4. Jarang, dan
  5. Sangat Jarang.

Mengkonversi sering atau jarang ke dalam frekuensi kemungkinan kejadian dalam satu periode atau satu tahun bisa beragam tergantung persepsi. Namun dari ukuran kualitatif ini dapat disepakati bahwa jarang memiliki arti lebih sedikit kejadiannya di bandingkan dengan sering.

Selain itu likelihood juga dapat didefinisikan dalam bentuk kuantitatif atau menggunakan parameter angka tertentu. Namun penetapan angka ini tidak mungkin dalam satuan yang pasti seperti 3 kejadian; 5 kejadia; atau 12 kejadian karena sifatnya masih prediksi. Hanya data historis yang dapat menyajikan angka pasti karena merupakan informasi atas peristiwa yang sudah terjadi. Pada umumnya ukuran kuantitatif ini dalam rentang tertentu, misalkan:

  1. Lebih dari 10 kali kejadian dalam satu tahun
  2. 9 – 10 kali kejadian
  3. 6 – 8 kali
  4. 3 – 5 kali
  5. ≤ 2 kali kejadian dalam satu tahun.

Penyajian likelihood lain dapat juga berupa probabilitas kemungkinan kejadian dalam % misalkan:

  1. Kemungkinan terjadinya lebih dari 90%
  2. Kemungkinan kejadian antara 75-90%
  3. Kemungkinan  kejadian antara 50-75%
  4. Kemungkinan kejadian antara 25-50%, dan
  5. Kemungkinan kejadian tidak lebih dari 25%.

Semua kemungkinan keterjadian ini merupakan pilihan yang harus disepakati dan didefinisikan dengan definisi yang sama. Penetapan likelihood pada umumnya merupakan kesepakatan dari para risk owner/risk champion.

Dampak – Impact

Setelah menetapkan kemungkinan kejadian dalam kurun waktu masa depan maka pilar berikutnya adalah penetapan besaran kerugian (jika risiko didefinisikan sebagai potensi penghambat) yang akan dialami perusahaan jika peristiwa yang diduga akan terjadi ini menjadi nyata. Jika likelihood parameternya adalah kemungkinan frekuensi keterjadian peristiwa yang teridentifikasi, maka dalam impact akan sangat bervariasi.

Sebagaimana likelihood, dampak juga akan dikelompokkan sesuai dengan besaran kerugian yang berpotensi dialami oleh organisasi atau perusahaan ketika peristiwa yang tidak diinginkan itu terjadi. Umumnya pengelompokkan besaran kerugian akan sama dengan kelompok likelihood sehingga nantinya ketika disandingkan dalam grafik yang menunjukkan kombinasi keduanya akan membentuk persegi. Jika mengacu pada likelihood yang diasumsikan memiliki 5 (lima) kelompok maka potensi kerugian akan disajikan:

  1. Kerugiannya sangat besar bahkan catastrophic atau kerugian yang total
  2. Kerugiannya besar
  3. Kerugiannnya medium
  4. Kerugiannya kecil, dan
  5. Kerugiannya sangat kecil.

Kerugian secara umum memang bersifat ukuran keuangan, namun pada banyak proses atau fungsi serta kegiatan dampak yang ditimbulkan bisa juga sulit untuk dinilai secara moneter. Untuk itu diperlukan pembahasan bersama oleh para penanggung jawab kegiatan untuk mendefinisikan besaran kerugian yang kemudian dibagi, misalkan dalam lima kelompok yang mencerminkan kerugian dari sangat kecil sampai dengan sangat besar.

Kombinasi Likelihood – Impact

Setelah para risk owner dan pemangku kepentingan mensepakati besaran probilitas kejadian atau likelihood dan besaran kemungkinan kerugian yang akan terjadi, maka kombinasi keduanya akan dituangkan dalam tabel heatmap. Tabel heatmap memiliki ciri adanya warna-warna tertentu yang melambangkan keterkaitan antara parameter absis (sumbu x – horisontal) dengan parameter ordinat (sumbu y – vertical).  Dalam pengelolaan risiko kombinasi antara likelihood dengan impact untuk risiko yang sama akan menetapkan kuadran atau posisi risiko tersebut berada dan memiliki indikasi warna tertentu. Warna atau posisi dalam tabel heatmap memiliki definisi sendiri.

Risk Heat Map – A Powerful Visualization Tool | Balbix

  

Dukungan Sistem Informasi

Pengelolaan risiko yang menjadi dasar dalam pemberian perhatian di masa depan dimana manajemen akan menetapkan fokus atas potensi-potensi kejadian yang dapat terjadi akan terbantu dengan tabel heatmap. Penetapan likelihood, prediksi impact yang relevan, penetapan titik kombinasi risiko baik ketika inheren maupun risiko residual setelah implementasi rencana mitigasi dapat dilaksanakan secara manual atau berbantuan sistem informasi. Praktek kegiatan ini akan sangat kompleks dan membutuhkan akurasi yang tinggi karena berkaitan dengan ketetapan pengambilan kepitusan dimasa depan. Untuk itu otomasi proses menjadi dukungan memiliki peran yang signifikan. Pengelolaan risiko umumnya dituangkan dalam Sistem Informasi Manajemen Risiko (SIMKO).

Read more


News

DIKLAT TATAP MUKA PERIODE FEBRUARI 2023 SUDAH DIBUKA!

15 Feb 2023

Menjadi lembaga diklat yang profesional, kompeten, dan terpercaya adalah visi dari PPA&K. Salah satu cara dalam mewujudkan visi tersebut adalah dengan menyediakan pendidikan dan pelatihan di bidang audit internal, akuntansi dan keuangan, perpajakan, manajemen risiko, serta sistem dan teknologi informasi, guna meningkatkan sistem kerja dan kualitas SDM dalam rangka mendukung kinerja sebuah perusahaan. Maka dari itu, setiap bulan PPPA&K rutin menyelenggarakan diklat secara virtual maupun tatap muka. 

Setelah menyelenggarakan diklat virtual yang dimulai pada 6 Februari 2023, PPA&K kembali membuka diklat tatap muka pada hari Senin, 13 Februari 2023. Kegiatan tersebut berlangsung di Green Forest Hotel Bogor, Jawa Barat, dengan diklat yang dibuka adalah Dasar-Dasar Audit yang akan berlangsung mulai tanggal 13 sampai 23 Februari 2023. Selain itu ada pula diklat Komunikasi Psikologi Audit yang berlangsung mulai tanggal 13 sampai 22 Februari 2023, dan diklat Keuangan Perusahaan yang berlansgung pada 13 sampai 21 Februari 2023. 

Pada diklat tatap muka periode Februari 2023, peserta yang terlibat berasal dari berbagai perusahaan, mulai dari BUMN hingga perusahaan swasta. Pada diklat Dasar-Dasar Audit, para peserta akan belajar mengenai teori dan teknis pelaksanaan peranan audit internal, mulai dari persiapan sampai dengan penyusunan hasil audit.  Sedangkan pada diklat Komunikasi Psikologi Audit peserta ada dibekali dengan keterampilan interpersonal, diantaranya adalah daya pengaruh positif, berkomunikasi secara efektif, sifat kepemimpinan, dapat bekerja secara tim, responsif terhadap perubahan dan dapat menyelesaikan konflik. Lain lagi halnya dengan diklat Keuangan Perusahaan yang akan mempelajari beberapa permasalahan keuangan yang kerap muncul di perusahaan agar dapat meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan dan penyelesaian masalah sehingga operasional perusahaan dapat berjalan secara optimal. 

Harapan besar dari para peserta saat mengikuti diklat di PPA&K adalah mendapatkan pembekalan ilmu sesuai dengan kebutuhan mereka di perusahaan masing-masing. Dalam hal ini PPA&K menjawab dengan memberikan fasilitator yang sudah berkiprah selama belasan tahun sebagai praktisi dan akademisi bagi para peserta. Selama pembelajaran, peserta akan menerima materi dan bisa melakukan diskusi langsung dengan para fasilitator. Keuntungan dalam diklat tatap muka ini lah yang membuat antusiasme peserta dalam mengikuti diklat dapat terlihat.

Read more

RISIKO DAN MANAJEMEN RISIKO : KONSEP TERKINI YANG TERNYATA TELAH DITERAPKAN DALAM KESEHARIAN

08 Feb 2023

Dalam triwulan ke 4 tahun 2022, kelompok usaha BUMN mendapatkan arahan baru dari ultimate shareholder yaitu kementerian BUMN melalui terbitnya Peraturan Menteri BUMN nomor 5 Tahun 2022 tentang Manajemen Risiko. Melalui peraturan ini seluruh BUMN berikut dengan anak perusahaan dan perusahaan yang terafiliasi dengan BUMN wajib menyelenggarakan manajemen risiko. Dengan manajemen risiko yang efektif memberikan keyakinan bahwa tujuan yang direncanakan akan tercapai dan pada akhirnya BUMN tersebut akan meraih “nilai” yang harapkan.

Nilai disini mengandung banyak makna dan sangat tergantung pada apa yang menjadi angan atau impian dari BUMN tersebut setelah melewati satu periode. Nilai ini dapat berupa:

  1.  pencapaian laba sesuai atau bahkan melebihi dari yang dianggarkan
  2. Pencapaian pendapatan usaha yang sesuai dan atau melebihi rencana
  3. Penguasaan pangsa pasar dalam persentase tertentu
  4. Pertumbuhan asset sesuai target
  5. Dan berbagai parameter lainnya.

Nilai ini dapat diraih dengan gemilang karena berbagai faktor yang mengganggu dapat dimitigasi dengan baik sehingga tidak memberi dampak negatif. Kesiapsediaan jajaran manajemen melakukan mitigasi atas berbagai potensi gangguan ini karena jajaran manajemen telah memprediksi sebelumnya dan kemudian dengan berbekal pada prediksi tersebut, maka dirumuskan strategi yang jitu yang kemudian membuahkan hasil. Kesemua rangkaian ini merupakan hasil dari manajemen risiko yang efektif.

Menteri BUMN melalui Peraturan Menteri tersebut melakukan penegasan kembali dan instruksi bagi BUMN untuk menerapkan manajemen risiko dalam pengelolaan badan usaha plat merah tersebut. Menteri menginginkan semua BUMN dapat berperan optimal sesuai perannya yaitu:

  1. menjadi agen pembangunan yang mewakili negara menyediakan barang dan/atau jasa yang dibutuhkan masyarakat yang tidak disediakan oleh sektor privat
  2. menjadi kontributor dalam keuangan negara melalui pemenuhan kewajiban perpajakan dan juga kontribusi melalui Deviden atas kinerja yang berhasil diraih.

Untuk dapat mencapai peran ideal ini maka pengelolaan risiko menjadi sangat penting. Melalui pengelolaan risiko, Direksi beserta jajarannya akan berhati-hati dalam menjalankan perusahaan dan telah bersiap diri menghadapi berbagai potensi gangguan yang dapat berpengaruh terhadap kinerja.

Kegiatan pengelolaan risiko, sejatinya bukan merupakan praktik bisnis atau kegiatan yang baru didesain dan dilaksanakan. Pengelolaan risiko ternyata telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari bahkan pada kegiatan personal. Pepatah “Sedia Payung sebelum Hujan” merupakan salah satu bentuk pengelolaan risiko baik dengan makna tersurat ataupun tersirat. Penyediaan payung merupakan bentuk mitigasi atas potensi gangguan yang mungkin terjadi. Hujan dalam pepatah tersebut merupakan “gangguan”. Apabila tidak diantisipasi dengan baik, tubuh yang basah karena kehujanan akan bisa berpotensi menimbulkan gangguan terhadap kesehatan. Kesehatan yang terganggu merupakan kondisi yang tidak diinginkan, sehingga harapan badan senantiasa sehat dalam waktu tertentu menjadi tidak tercapai.  Gangguan kesehatan karena kehujanan ini bisa sangat bervariatif tergantung tingkat kerentanan tubuh manusia.

Perumpamaan ini juga memberi makna bahwa hujan sebagai faktor yang dapat mengganggu tidak memiliki kepastian dalam keterjadiannya. Di tengah musim hujan, kecenderungan akan terjadinya hujan sangat tinggi, namun tidak dapat dipastikan juga apakah hari ini akan hujan, tetap ada kemungkinan hujan tidak terjadi. Demikian juga sebaliknya, di tengah musim kemarau, tidak ada yang bisa memastikan hujan tidak akan terjadi. Seringkali kita menemukan anomali hujan turun di tengah musim kemarau.

Sedia payung sebelum hujan merupakan praktek dalam pengelolaan risiko secara personal. Hal ini menunjukkan ternyata risiko dan manajemen risiko secara sederhana bukan merupakan konsep baru melainkan sudah diterapkan oleh manusia dalam kehidupan sehar-hari.

Untuk memberikan pemahaman bersama mengenai Peraturan Menteri BUMN Nomor 5 Tahun 2022 mengenai Manajemen Risiko, PPAK akan mengadakan lokakarya yang akan membahas mengenai segi-segi yang ada dalam peraturan tersebut berikut dengan implikasinya. Peraturan menteri ini tidak hanya sekedar membahas pengelolaan risiko, melainkan memberi implikasi pada bidang-bidang lain yang terkait secara signifikan antara lain terhadap struktur organisasi dan portofolio BUMN, Fungsi Audit Internal, Organ Dewan Komisaris, dan juga aspek pengendalian internal.

 

 

Read more

DIKLAT DASAR-DASAR AUDIT JANUARI 2023 SUDAH DIBUKA

18 Jan 2023

Mengawali Tahun baru 2023, PPA&K sudah melaksanakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat). Diklat yang dilaksanakan kali ini adalah Dasar-Dasar Audit, diselenggarakan di Green Forest Hotel Bogor, Jawa Barat. Diklat ini berlangsung mulai tanggal 16 sampai dengan 26 Januari 2023.

Kegiatan ini dibuka oleh Ibu Eri selaku Manager Diklat. Beliau mengucapkan terima kasih kepada para peserta yang telah memilih PPA&K sebagai tempat dilaksanakannya diklat. Dihadapan para peserta yang semuanya merupakan Satuan Pengendali Internal (SPI) perusahaan, Ibu Eri menjelaskan peran penting kinerja SPI dan auditor internal yang saling berkaitan dalam upaya mencapai visi, misi, dan tujuan dari sebuah perusahaan. 

“Tugas utamanya adalah menjadi ‘polisi’ di perusahaan. Mengidentifikasi temuan dan memeriksanya,” kata Ibu Eri dalam sambutannya. 

Ibu Eri mengimbau para peserta untuk tidak malu bertanya kepada fasilitator yang akan memberikan materi. Seperti yang diketahui fasilitator PPA&K merupakan para praktisi dan akademisi profesional dan berpengalaman. 

“Silahkan Bapak dan Ibu memanfaatkan waktu untuk berdiskusi dengan para fasilitator mengenai permasalahan di perusahaan Bapak dan Ibu semua, supaya setelah kembali dari diklat ini Bapak dan Ibu bisa menerapkan di perusahaan masing-masing,” lanjutnya. 

Diklat Dasar-Dasar Audit merupakan salah satu diklat yang rutin di laksanakan setiap bulan dan merupakan jenjang pertama dalam Program Pelatihan Audit Internal. Peserta akan mengikuti diklat tersebut selama 10 hari. Setelah selesai mengikuti Diklat Dasar-Dasar Audit, para peserta bisa menempuh jenjang berikutnya yaitu mengikuti Diklat Audit Operasional.

Selain diklat Audit Internal, adapun diklat lain yang diselenggarakan oleh PPA&K, mulai dari Audit Forensik, Good Corporate Governance, Risk Management, Akuntansi, Keuangan, hingga Perpajakan.

Read more

IN HOUSE TRAINING MANAJEMEN RISIKO BATCH 2 BAGI PT PERKEBUNAN NUSANTARA VIII, PESERTA SEMAKIN AKTIF BERDISKUSI

29 Dec 2022

Setelah diselenggarakannya In House Training (IHT) Manajemen Risiko Batch 1, PPA&K kembali dipercaya untuk menyelenggarakan Batch 2 bagi PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII. Kegiatan ini dilangsungkan di Kantor Pusat PTPN VIII, Bandung, Jawa Barat, pada 26 sampai 27 Desember 2022.

Para peserta berasal dari berbagai unit kerja di PTPN VIII, mulai dari kantor direksi hingga bagian kebun. Seperti batch pertama, pada batch kedua ini peserta lebih aktif dalam berdiskusi mengenai risiko yang melekat pada manajemen usaha unit kerjanya. Diskusi semakin aktif saat para peserta bersedia untuk menampilkan manajemen risiko dari masing-masing unit kerja. hal tersebut membuat para peserta sangat antusias dalam memahami penjelasan dari fasilitator yang sudah berpengalaman di bidang manajemen risiko. 

Atas pengalaman dan penjelasan fasilitator tersebut, peserta bisa mengetahui cara mengidentifikasi, menilai dan memetakan risiko yang akan terjadi.

“Dengan mengikuti kegiatan ini pastinya wawasan dan pengalaman saya dapat bertambah, juga dapat terimplementasi dalam pekerjaan saya,” ujar Dina Novelia, peserta yang memberikan kesan terhadap IHT Manajemen Risiko Batch 2 PTPN VIII.

Sejalan dengan itu peserta lain, Khairullah Alatas, juga merasa wawasannya mengenai manajemen risiko dapat bertambah, dan bekal ilmu yang sudah didapatkan dari fasilitator bisa berguna untuk diimplementasi agar kedepannya dapat lebih baik lagi.

“Saya berharap pelatihan ini dapat dilakukan secara berkesinambungan sampai dengan tingkat BOD (Dewan Direksi), supaya bisa terimplementasi secara total di kantor kami,” kata Khairullah.

IHT Manajemen Risiko Batch 2 ditutup dengan dihadiri oleh Direktur operasional PPA&K, Bapak Budi Hanta. Kemudian dihadiri oleh Senior Executive Vice President PTPN VIII, Bapak Wispramono Budiman, dengan didampingi oleh Kepala Bagian Keuangan dan Manajemen Risiko, Ibu Mira Sumirah. Tidak ketinggalan kehadiran dari Bapak Mohammad Rizqa, selaku Fasilitator.

Terima kasih kepada PTPN VIII yang secara penuh memberikan kepercayaan dalam pelaksanaan IHT Manajemen Risiko Batch 1 dan Batch 2. Sampai jumpa pada pelatihan selanjutnya.

Read more


News

DIKLAT CERTIFIED GOVERNANCE OVERSIGHT PROFESSIONAL (CGOP) PERIODE DESEMBER 2022 TELAH SELESAI

28 Dec 2022

PPA&K telah selesai melaksanakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Certified Governance Oversight Professional (CGOP). Kegiatan ini dilaksanakan di Grand Inna Malioboro, Yogyakarta, pada 19 sampai 23 Desember 2022 dan diikuti oleh para komisaris, Komite Audit, Komite Good Corporate Governance, juga BUMN/BUMD. 

Selama mengikuti diklat para peserta sangat antusias dalam menerima materi dari fasilitator yang sudah berpengalaman dan profesional di bidang Good Corporate Governance (GCG) seperti Bapak Tumpal Pakpahan dan Bapak Ivan Irawan. Pada sesi pembelajaran, fasilitator memberikan kesempatan bagi para peserta untuk bertanya dan juga menjawab pertanyaan studi kasus dari fasilitator. Sehingga pada diklat CGOP peserta dapat berpartisipasi secara aktif dan diklat berjalan dengan efektif. 

Pada kegiatan diklat CGOP ini PPA&K bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Mitra Kalyana Sejahtera (LSP MKS) dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Para peserta diklat yang sudah  selesai mengikuti diklat dan memenuhi syarat bisa melaksanakan ujian agar mendapatkan gelar sertifikasi CGOP. 

Setelah mengikuti diklat ini, peserta diharapkan mampu dan menerapkan apa yang telah dipelajari kedalam pekerjaannya. Dengan mengikuti Diklat CGOP peserta akan mendapat pemahaman pada bidang tata kelola di bidang pengawasan dan pembinaan tata kelola publik, serta manajemen risiko berbasis tata kelola dengan tugas melakukan peninjauan dan pengembangan praktik tata kelola.

Read more

ANTUSIASME PESERTA DARI PT PERKEBUNAN NUSANTARA (PTPN) VIII YANG MENGIKUTI IN HOUSE TRAINING MANAJEMEN RISIKO BATCH 1

24 Dec 2022

Manajemen risiko menjadi fokus yang sedang menjadi perhatian belakangan ini, terlebih saat keluarnya Peraturan Menteri BUMN Nomor Per- 5/MBU/09/2022 tentang Manajemen Risiko pada BUMN. Seperti yang diketahui, risiko pada perusahaan merupakan tanggung jawab dari semua unit kerja, sehingga kemampuan dalam manajemen risiko perlu ditingkatkan dengan mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) agar risiko yang timbul dapat dimanfaatkan sebagai peluang bagi perusahaan. 

PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII memberikan kepercayaan bagi PPA&K untuk menyelenggarakan In House Training (IHT) Manajemen Risiko batch pertama bagi 42 pegawainya. Kegiatan ini dilangsungkan di Kantor Pusat PTPN VIII yang berada di Bandung, Jawa Barat, pada 22 sampai 23 Desember 2022. 

PPA&K selaku penyelenggara sudah matang mempersiapkan fasilitator yang akan membekali para peserta. Para fasilitator yang dilibatkan selama IHT berlangsung adalah para praktisi dan akademisi yang sudah puluhan tahun mendalami bidang manajemen risiko. 

“Selama dua hari kedepan, Bapak dan Ibu semua akan menerima teori dan melakukan praktik yang meliputi praktik mengidentifikasi risiko, penilaian risiko, evaluasi, dan mitigasi atau upaya mengurangi risiko,” Ujar Bapak Supriyadi, Direktur Utama PPA&K, dalam sambutannya.

Selain itu, Direktur PTPN VIII, Bapak Didik Prasetyo, mengingatkan bahwa risiko bisa terjadi dimana saja dan juga memberikan dukungan kepada para peserta agar setelah mengikuti kegiatan IHT ini dapat memahami, menerapkan, dan mengimplementasikan ilmu yang telah didapat secara konsisten dalam pekerjaan.

“Bapak dan Ibu semua tidak perlu tegang dalam pelatihan ini. Mari kita ikuti in house training ini dengan suka cita dan penuh semangat,” kata Bapak Didik.

PTPN VIII merupakan salah satu perusahaan BUMN yang mengelola, mengolah, dan memasarkan hasil perkebunan seperti kelapa sawit, karet, teh, aneka kekayuan, dan tanaman lain. PTPN VIII telah mengikuti setidaknya tujuh jenis diklat di PPA&K, yaitu Dasar - Dasar Audit, Audit Operasional, Diklat Khusus bagi Kepala SPI, Komunikasi dan Psikologi Audit, EDP Audit, dan Profesional Internal Auditor. Terima kasih kepada PTPN yang telah memberikan kepercayaan kepada PPA&K. Sampai jumpa pada diklat selanjutnya.

Read more

DIKLAT AUDIT INTERNAL SECARA TATAP MUKA DI PPA&K PERIODE DESEMBER 2022

17 Dec 2022

Setiap perusahan membutuhkan sumber daya yang teliti dan handal dalam memberikan penilaian terhadap kinerja dan pengendalian internal perusahaan tersebut. Salah satu cara untuk meningaktkan Sumber Daya Manusia yang unggul adalah melalui pelatihan

Penghujung tahun 2022 diwarnai PPA&K dengan menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan (diklat) secara tatap muka yang berlangsung di Hotel Green Forest Bogor, Jawa Barat. Diklat audit internal yang diikuti oleh para peserta meliputi Diklat Dasar-Dasar Audit, Diklat Audit Operasional, dan Diklat Khusus Kepala SPI. 

Pembukaan diklat dilakukan pada waktu yang berbeda. Diklat Dasar-Dasar Audit dan Diklat Audit Operasional dibuka pada 12 Desember 2022, sedangkan untuk diklat Khusus Bagi Kepala SPI dilakukan pada 15 Desember 2022. 

Diklat Dasar-Dasar Audit dan Audit Operasional adalah tahap awal pada diklat Audit Internal, dengan diberikan materi oleh fasilitator handal untuk belajar dan berdiskusi merupakan suatu kesempatan besar juga peluang untuk mengikuti diklat jenjang selanjutnya. Sedangkan untuk para peserta Diklat Khusus bagi Kepala SPI akan diberikan pemahaman mengenai teknis audit yang efektif dan berbagai hal yang patut diketahui oleh pimpinan unit audit internal agar bisa melaksanakan tugas sesuai dengan prosedur. 

Bagi peserta diklat Audit Operasional dan Khusus Kepala SPI yang memenuhi syarat akan mengikuti assessment setelah menerima materi, latihan, dan ujian di dalam kelas. Assessment tersebut akan dinilai oleh Lembaga Sertifikasi Kompetensi Auditor Internal (LSPAI). 

Rangkaian Diklat Audit Internal ini diagendakan pada waktu yang berbeda. Diklat Khusus bagi Kepala SPI akan selesai pada 21 Desember 2022. Sedangkan untuk Diklat Dasar-Dasar Audit dan audit Operasional akan selesai pada 22 Desember 2022. Secara khusus, kami menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bapak/Ibu yang telah memilih PPA&K sebagai tempat untuk pendidikan dan pelatihan. Sampai bertemu pada Diklat tahun 2023????

Read more

IN HOUSE TRAINING PERSIAPAN DAN UJI KOMPETENSI CERTIFIED FORENSIC AUDITOR (CFRA) DI LINGKUNGAN INSPEKTORAT DAERAH PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA SE-KALIMANTAN TIMU

23 Nov 2022

Fraud merupakan sebuah kecurangan yang terjadi pada sebuah instansi/perusahaan yang diakibatkan oleh orang maupun kelompok yang berasal dari dalam maupun dari luar instansi/perusahaan itu sendiri. Jika itu terjadi, bukan hal mudah dalam mengungkap dan membuktikan fraud itu terjadi karena pada dasarnya fraud adalah hal yang disengaja dan disembunyikan. 

Demi mewujudkan tata kelola yang baik, perusahaan harus memiliki sumber daya yang ahli untuk mencegah, mendeteksi, dan memastikan adanya fraud atau tidak. Maka dari itu Instansi/perusahaan harus memberikan bekal kepada para pegawainya yang telah mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) Internal Audit khususnya Audit Operasional dan Audit Kecurangan, sebaiknya mengarahkan untuk mengikuti diklat Audit Forensik. Seperti yang dilakukan oleh Inspektorat Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota Se-Kalimantan Timur yang mempercayakan Persiapan dan Uji Kompetensi Certified Forensic Auditor (CFrA) kepada PPA&K, selaku lembaga pendidikan dan pelatihan. 

Secara tatap muka, diklat Persiapan dan Uji Kompetensi CFrA dilaksanakan di Swiss-Belhotel Balikpapan, Kalimantan Timur, dan dibuka oleh Direktur Utama PPA&K, Bapak Supriyadi, pada 21 November 2022. 

Bapak Supriyadi menjelaskan tujuan dari diklat ini adalah untuk membekali pesertanya agar bisa membuktikan, mengungkapkan, menyelesaikan, serta penelusuran dan pemulihan aset yang diakibatkan oleh adanya kecurangan di sebuah instansi/perusahaan. Penyelenggaraan diklat ini juga didampingi oleh fasilitator yang sudah berpengalaman di bidang audit forensik dengam materi yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan instansi/perusahaan sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Bidang Audit Forensik (SKKNI AF).

“Jadi setelah mengikuti diklat ini Bapak dan Ibu bisa langsung melakukan uji kompetensi sertifikasi auditor forensik, dan semoga Bapak dan Ibu bisa menerapkan ilmu yang sudah didapatkan dalam mengatasi fraud di instansi tempat Bapak dan Ibu bekerja,” tegas Bapak Supriyadi. ?

Diagendakan diklat Persiapan dan Uji Kompetensi Certified Forensic Auditor (CFrA) di Lingkungan Inspektorat Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota Se-Kalimantan Timur akan berlangsung selama 10 hari, mulai 21 November hingga 1 Desember 2022 dengan diikuti oleh 38 pegawai.

Read more


News

AKTIF SEBAGAI LEMBAGA DIKLAT, PPA&K MEMBUKA DIKLAT TATAP MUKA PERIODE NOVEMBER 2022

18 Nov 2022

PPA&K telah menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan (diklat) sejak didirikan pada tahun 1984. Hingga tahun 2022 ini, PPA&K masih aktif dan terus mengembangkan program diklat agar tetap menjadi lembaga terpercaya dan handal dalam pengembangan SDM bagi kebutuhan intasnsi/perusahaan. 

Pada bulan November 2022 ini, PPA&K kembali menyelenggarakan diklat yang dilaksanakan secara tatap muka, di Green Forest Hotel Bogor. Diklat yang dilaksanakan antara lain, Dasar-Dasar Audit, Komunikasi Psikologi Audit, Akuntansi Badan Layanan Umum (BLU), dan Manajemen Piutang BLU

Pembukaan diklat dilakukan sebanyak dua gelombang. Pada gelombang pertama dilakukan pada 14 November 2022 ditujukan untuk Diklat Dasar-Dasar Audit dan Komunikasi Psikologi Audit. Sedangkan pada gelombang kedua untuk Akuntansi BLU dan Manajemen Piutang BLU pada 17 November 2022. 

Pada pembukaan gelombang kedua Direktur utama PPA&K, Bapak Supriyadi, menyampaikan pentingnya diklat bagi para peserta yang memiliki latar belakang bidang ekonomi, terlebih yang bekerja pada perusahaan berbadan layanan umum. 

“Kalau akuntansi BLU, nanti pasti outputnya ada saatnya Bapak-Ibu harus menulis laporan. Bukan hal mudah menulis laporan, kita butuh ketelitian dalam melakukannya,” kata Bapak Supriyadi dalam sambutannya. 

Bapak supriyadi juga menyinggung sedikit mengenai Manajemen piutang BLU yang merupakan sejumlah transaksi yang wajib dibayarkan kepada perusahaan berbadan layanan umum yang biasanya muncul akibat dari adanya perjanjian atau hal lain yang sah untuk ditagih. 

“Maka dari itu, diklat ini bertujuan agar Bapak-Ibu bisa mengelola piutang BLU yang tertib, efektif, efisien, dan tentunya bisa dipertanggungjawabkan,” tambahnya. 

Diagendakan diklat akan selesai pada waktu yang berbeda. Diklat Akuntansi BLU selesai pada 20 November, Manajemen Piutang BLU selesai pada 22 November, Komunikasi Psikologi Audit pada 23 November, dan Dasar-Dasar Audit akan selesai pada 24 November 2022. 

Read more

IN HOUSE TRAINING (IHT) PERSIAPAN DAN UJI KOMPETENSI CERTIFIED GOVERNANCE PROFESSIONAL (CGP) BAGI LINGKUNGAN INSPEKTORAT PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA SE-KALIMANTAN TIMUR

14 Nov 2022

Tata Kelola Perusahaan/Good Corporate Governance (GCG) merupakan hal yang sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan instansi/perusahaan dalam jangka panjang. Faktor internal seperti budaya perusahaan dan mekanisme kerja manajerial adalah pendorong bagi keberhasilan penerapan GCG. Maka dari itu, dibutuhkan sebuah keahlian khusus agar setiap pelaksanaan tugas di sebuah perusahaan dapat berjalan dengan semestinya.

PPA&K sebagai salah satu lembaga pendidikan dan pelatihan kali ini dipercaya untuk menyelenggarakan In House Training (IHT) Persiapan dan Uji Kompetensi Certified Governance Professional (CGP) di Lingkungan Inspektorat Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Kalimantan Timur Tahun 2022. Kegiatan tersebut diikuti oleh 62 peserta dan dilaksanakan pada tanggal 8 sampai 11 November 2022 di Hotel Grand Tjokro Balikpapan. 

Dua kelas terisi penuh oleh peserta yang antusias menerima materi dari fasilitator yang berasal dari praktisi dan akademisi yang kompeten dan berpengalaman. Selama 4 hari mengikuti IHT para peserta akan dievaluasi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Mitra Kalyana Sejahtera (LSP MKS). Di hari terakhir, akan ada uji kompetensi untuk mengukur capaian kompetensi peserta.

"Uji kompetensi dari LSP MKS sudah berlisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Pedoman kita dinaungi oleh Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) yang berada dibawah Kementerian Perekonomian, sehingga kami dari PPA&K akan mempersiapkan Bapak dan Ibu sekalian sesuai dengan pedoman dan regulasi yang sah dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh perusahaan," Ujar Bapak Supriyadi, Direktur Utama PPA&K pada pembukaan IHT.

Para peserta memegang peranan penting selama IHT. Efektivitas dari keberlangsungan IHT bergantung pada keaktifan peserta di dalam kelas. Bapak Supriyadi mengimbau kepada para peserta untuk fokus dan tetap semangat dalam mengikuti IHT. 

"Ayo kita ikuti diklat ini dengan penuh suka cita, agar bisa berguna untuk kedepannya," tutup Bapak Supriyadi. 

Terima kasih kepada Inspektorat Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Kalimantan Timur yang telah mempercayai kegiatan IHT Persiapan dan Uji Kompetensi Certified Governance Professional (CGP) kepada PPA&K. Semoga kita dapat bertemu dalam kegiatan selanjutnya.

Read more

DIKLAT VIRTUAL CLASS PERIODE NOVEMBER 2022 RESMI DIBUKA

07 Nov 2022

Setiap bulannya PPA&K menyelenggarakan Program Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) baik secara virtual maupun tatap muka. Pada Senin, 7 November 2022 telah dilakukan pembukaan Diklat Virtual Class Audit Internal dan Manajemen Risiko melalui Zoom pukul 08.00 WIB. Pada Diklat Audit Internal yang diselenggarakan pada bulan ini terdiri dari Diklat Audit Operasional, Diklat Audit Kecurangan, Diklat Khusus Bagi Kepala SPI. Sedangkan untuk Diklat Manajemen Risiko terdiri dari Diklat Qualified Risk Management Professional (QRMP), dan Diklat Qualified Risk Governance Professional (QRGP).

 

Selain peserta diklat, acara pembukaan diikuti oleh Direktur Utama dan Direktur Operasional PPA&K, Para Fasilitator, serta perwakilan dari Lembaga Sertifikasi Manajemen Risiko juga Lembaga Sertifikasi Profesi Auditor Internal.

 

Pada Diklat Virtual kali ini, peserta berasal dari 13 perusahaan, diantaranya PT Angkasa Pura II, RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang, Perum Jasa Tirta II, PT Kawasan Industri Terpadu Batang, PT Jasa Industrial Estate Pulogadung, PT Hakkaston, PT Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967, Bank Kalimantan Barat, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, PT Hutama Karya (Persero), PT Pegadaian Galiri Dua Empat, PT Capital Life Indonesia, PT JNE Express. Bapak Supriadi, Direktur Utama PPA&K mengucapkan terima kasih kepada para peserta yang telah mempercayakan penyelenggaraan diklat oleh PPA&K. ??

 

“Kita tahu bahwa diklat ini sangat penting. Apabila pengendalian internal sangat bagus dan risk management juga sangat baik, maka Perusahaan dapat terus berinovasi untuk melakukan ekspansi bisnisnya” kata Bapak Supriyadi.

 

Pada sambutannya beliau sempat menyinggung soal Indeks Persepsi Korupsi yang dimana Indonesia menempati posisi ke-96 dengan skor 38 dari skala 100. Kemudian beliau membahas mengenai tantangan ekonomi yang akan datang, meskipun saat ini kondisi ekonomi Indonesia cukup baik. Menurut IMF, saat ini perekonomian Indonesia masuk peringkat 7 Besar.

 

“Tantangan dari sisi auditor internal maupun dari sisi risk management. Kalau risk management berdasarkan perusahaan nanti memetakan risiko sehingga kedepannya tidak terguncang. Sedangkan dari sisi auditor internal diantaranya, bagaimana kita melakukan insurance yang meyakinkan, terutama korupsi,” pungkasnya.

 

Dijadwalkan para peserta akan memulai pembelajaran tepat setelah acara pembukaan selesai dan setiap diklat yang berlangsung akan berakhir di hari yang berbeda. Diklat Khusus Bagi Kepala SPI dan Diklat QRGP akan selesai pada 10 November 2022, kemudian Diklat Audit Kecurangan akan selesai pada 11 November 2022. Diklat QRMP dijadwalkan selesai pada 14 November 2022, sedangkan Diklat Audit Operasional akan selesai pada 16 November 2022.

 

Selama diklat berlangsung, di setiap akhir sesi pembelajaran akan dilakukan ujian sebagai tes pemahaman materi. Khusus bagi peserta diklat QRMP dan QRGP akan dievaluasi secara langsung oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Mitra Kalyana Sejahtera (LSP MKS).

Read more

PPA&K MENYELENGGARAKAN DIKLAT SERTIFIKASI QRMO OKTOBER 2022

25 Oct 2022

Pada aktivitas perusahaan, ada yang dinamakan peluang dan risiko. Peluang adalah sebuah kesempatan untuk mencapai suatu tujuan, sedangkan risiko adalah sesuatu yang bisa berdampak buruk bagi keberlangsungan perusahaan. Adanya hal tersebut membuat pelaku usaha harus memahami manajemen risiko agar bisa mengatur strategi dan menerapkan kebijakan untuk meminimalisir suatu hal yang menurunkan kualitas perusahaan. 

PPA&K sebagai lembaga pendidikan dan pelatihan (diklat) menyediakan berbagai diklat, salah satunya Diklat Sertifikasi Manajemen Risiko. Pada bulan Oktober 2022 PPA&K menyelenggarakan Diklat yang ditujukan bagi entry level dan staf yang berfungsi sebagai Risk Officer tingkat mula atau disebut Diklat  Sertifikasi Qualified Risk Management Officer (QRMO). Tujuan diadakannya diklat ini adalah untuk memberikan pemahaman dalam mengidentifikasi, mengukur, memetakan, memonitor, dan mengendalikan penanganan risiko di sebuah perusahaan. Kegiatan tersebut dilangsungkan secara tatap muka di Dafam Fortuna Malioboro, Yogyakarta. 

Pada Diklat Manajemen Risiko ini diikuti oleh peserta yang berasal dari Inspektorat Daerah Provinsi Kalimantan Timur, PT LPP Agro Nusantara, dan PT Sawit Sumbermas Sarana, Tbk. Peserta dijadwalkan mengikuti diklat sampai tanggal 20 Oktober 2022. Selama mengikuti diklat, peserta sangat antusias untuk berdiskusi dengan para pengajar yang berpengalaman di bidang Manajemen Risiko. 

Setelah diklat selesai, peserta dijadwalkan mengikuti uji kompetensi untuk mendapat gelar QRMO oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Mitra Kalyana Sejahtera (LSP MKS) pada 21 Oktober 2022. Diharapkan setelah mengikuti sertifikasi ini para peserta dapat menerapkan ilmu yang telah di dapat untuk efektifitas perusahaan.

Read more


News

PPA&K DIPERCAYA MENJADI PENYELENGGARA IN HOUSE TRAINING BAGI BALAI PELATIHAN KESEHATAN CIKARANG

19 Oct 2022

Membangun sebuah instansi menjadi lebih baik adalah sebuah keharusan bagi orang-orang yang terlibat didalamnya, untuk itu dibutuhkan sebuah tata kelola agar instansi tersebut bisa mencapai tujuannya. PPA&K kerap dipercaya oleh perusahaan besar untuk menyelenggarakan In House Training (IHT) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dari sebuah perusahaan. Pada kesempatan kali ini, Balai Pelatihan Kesehatan Cikarang mempercayakan IHT Satuan Kepatuhan Intern (SKI) dan IHT Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) diselenggarakan oleh PPA&K mulai dari 19 sampai 21 Oktober 2022 di Park Hotel, Jakarta. 

 

Kerjasama antara Balai Pelatihan Kesehatan Cikarang dengan PPA&K sudah terjalin cukup lama. Begitu pula dengan penyelenggaraan IHT bukan kali pertama, hal ini diungkap oleh Bapak Supriyadi, Direktur Utama PPA&K. 

 

“Sudah dua tahun kita tidak bertemu, terima kasih karena untuk kesekian kalinya mempercayakan In House Training untuk diselenggarakan PPA&K,” ujar Bapak Supriyadi pada pembukaan IHT. 

 

Tujuan dari IHT SKI adalah membekali peserta diklat dengan pengetahuan mengenai pemantauan dan evaluasi tata kelola unit kerja, pemantauan dan evaluasi manajemen risiko, pemantauan dan evaluasi pengendalian intern. Sedangkan IHT LAKIP berjutuan untuk untuk membekali peserta diklat dengan pengetahuan mengenai bagaimana perencanaan strategi sektor private dan publik, keterkaitan manajemen kinerja dengan perencanaan strategi, indikator kinerja, penyusunan LAKIP dan manajemen kinerja. 

 

Disampaikan oleh Ketua Balai Pelatihan Kesehatan, Bapak Suherman, mengenai SKI dan LAKIP adalah hal yang yang wajib dipahami dalam mengelola sebuah instansi. Terkait dengan LAKIP bukan hanya sekadar program kegiatan dan anggaran saja, melainkan soal target dan bagaimana hasil dari apa yang telah dibuat akan dinilai. 

 

“Itu semua akan dituangkan dalam bagian dari kinerja. Perjanjian kinerja ini harus dipertanggungjawabkan di setiap kegiatan,” ujar Bapak Suherman. 

 

Mengenai SKI, Bapak Suherman menjelaskan bahwa itu adalah hal yang menunjang dari sisi managerial sebagai social control. Sangat lah penting untuk dipahami agar saat ada kesalahan sekecil apapun dapat langsung ditindaklanjuti. Hal ini lah yang membuat Balai Pelatihan Kesehatan menilih PPA&K sebagai penyelenggara IHT. 

 

“karena itu penting dan kita sudah bersinergi maka pilihan yang tepat untuk meminta PPA&K menyelenggarakan pelatihan seperti ini karena materi yang diberikan nanti saya lihat sudah sesuai,” tutupnya. 

 

Read more

DIKLAT KORPORASI TATAP MUKA PADA OKTOBER 2022

17 Oct 2022

Pada dunia kerja tentunya kita membutuhkan pengembangan pengetahuan dan peningkatan keterampilan. Seorang pegawai biasanya akan mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat) untuk meningkatkan kedua hal tersebut agar dapat mengerjakan tugasnya dengan maksimal.

PPA&K berkomitmen untuk menyelenggarakan Program Diklat setiap bulan, baik secara virtual maupun tatap muka. Diklat yang diselenggarakan secara tatap muka kali ini berlangsung di Hotel Green Forest, Bogor. 

Terdapat 3 program diklat yang berlangsung, yakni Diklat Dasar-Dasar Audit, Diklat Manajemen Kas, dan Diklat Kepala SPI.

Pada 14 Oktober 2022, dilakukan pembukaan diklat gelombang kedua yang diikuti oleh peserta dari Diklat Manajemen Kas dan Diklat Kepala SPI. Adapun yang mengikuti diklat ini berasal dari berbagai perusahaan, diantaranya PT Semen Baturaja (Persero) Tbk., PT Hutama Karya Infrastruktur, PT Krakatau Daya Listrik, Perumda PDAM Tirtamarta Yogyakarta? UIN Mataram, UIN Raden Intan Lampung, IAIN Sultan Amay Gorontalo, dan Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita

Pembukaan diklat dilakukan oleh Direktur Utama PPA&K, Bapak Supriyadi. Beliau menyampaikan jika pada era yang semakin maju ini kita juga harus mengembangkan diri dengan mengikuti diklat. 

"Kebaharuan pasti terjadi. Maka dari itu, mari kita jalani diklat ini dengan penuh suka cita. Materi yang Bapak dan Ibu dapatkan sudah pasti materi terbaru dengan instruktur atau pengajar yang profesional dan berpengalaman," ujar Bapak Supriyadi. 

Sebelumnya telah dilakukan pembukaan diklat gelombang pertama pada 10 Oktober 2022 dengan diikuti peserta Diklat Dasar-Dasar Audit. Adapun dari Diklat ini direncanakan akan selesai pada 19 Oktober 2022. Sedangkan untuk Diklat Manajemen Kas dan Diklat Kepala SPI dijadwalkan akan selesai pada 16 Oktober 2022. Khusus Diklat Kepala SPI akan dilakukan uji kompetensi pada tanggal 18 Oktober 2022.

Read more

PPA&K TURUT SERTA PADA KONFERENSI NASIONAL IIA, IMPACTFUL INTERNAL AUDIT IN CHANGING WORLD

14 Oct 2022

Pusat Pengembangan Akuntansi dan Keuangan (PPA&K) turut serta dalam Konferensi Nasional yang diselenggarakan oleh Institute of Internal Auditors (IIA) Indonesia dengan tajuk “Impactful Internal Audit in Changing World”. Kegiatan ini dilaksanakan pada 12 sampai 13 Oktober 2022 secara tatap muka di Hotel Four Point by Sheraton, Bali.

Selama dua hari peserta konferensi menerima pemaparan yang diisi oleh lebih dari 20 orang pembicara dan presenter internasional yang membahas isu dan tren saat ini terutama yang berkaitan dengan ekonomi dan globalisasi. Hal itu demi mempersiapkan para professional dalam menghadapi tantangan global, digitalisasi ekonomi, dan teknologi baru.

Tidak hanya mengikuti sebagai peserta konferensi, PPA&K juga membuka stan yang mendukung kegiatan ini. Pada stan PPA&K para peserta konferensi dapat berkonsultasi mengenai pendidikan dan pelatihan terkait dengan bidang Auditor, Tata Kelola Perusahaan, Manajemen Resiko, Akuntansi, Keuangan, dan Perpajakan.

Sejalan dengan tajuk konferensi, PPA&K selalu beradaptasi dengan dunia yang semakin berkembang. Hal ini ditunjukkan dengan materi yang digunakan pada pendidikan dan pelatihan merupakan materi terbaru yang telah disesuaikan. Tidak hanya di bidang Auditor, pada bidang Tata Kelola Perusahaan, Manajemen Resiko, Akuntansi, Keuangan, dan Perpajakan juga diberlakukan hal yang sama.

Oleh karena itu, mari ikuti pendidikan dan pelatihan di PPA&K, To PRESENT The Future Today.

Read more

DIKLAT KORPORASI TATAP MUKA BULAN SEPTEMBER 2022 SUDAH DIBUKA

12 Sep 2022

Korporasi merupakan suatu badan usaha yang berjalan sesuai dengan regulasi yang sah dan melibatkan berbagai pihak demi kelangsungan hidupnya. Maka untuk menunjang hal tersebut dibutuhkan sebuah pelatihan khusus bagi para pegawainya agar kualitas suatu badan usaha bisa meningkat.

 

Pusat Pengembangan Akuntansi dan Keuangan (PPA&K) memiliki program Diklat Korporasi dengan tujuan menambah wawasan dan keterampilan peserta sehingga bisa menjadi lebih kompeten dan professional dalam menjalankan tugasnya di perusahaan. Selain dilaksanakan secara virtual, PPA&K juga menyelenggarakan Diklat Korporasi ini secara tatap muka yang rutin dilaksanakan setiap bulan.

 

 

Ada tiga Diklat Korporasi yang dibuka secara bersamaan pada 12 September 2022, antara lain Diklat Dasar-Dasar Audit, Diklat Komunikasi dan Psikologi Audit dan Diklat Teknisi Akuntansi Dasar.  Waktu pelaksanaan masing – masing diklat berbeda, Diklat Dasar-Dasar Audit berlangsung pada 12 sampai 22 September 2022, Diklat Komunikasi dan Psikologi Audit berlangsung pada 12 sampai 21 September 2022 dan Diklat Teknis Akuntansi Dasar yang akan dilaksanakan pada 12 sampai 18 September 2022. Sedangan untuk Diklat Analisis Laporan Keuangan akan dibuka pada 16 September 2022 dan akan berlangsung sampai 20 September 2022 di Grand Forest Hotel, Bogor.

 

Secara keseluruhan, Diklat Korporasi ini diikuti oleh peserta yang berasal dari berbagai instansi/perusahaan, diantaranya Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Perumda Air Minum Kota Makassar, Perum Jasa Tirta II, Perumda Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara, PT BPD Lampung, PT Petrokimia Kayaku, Perusahaan Umum Daerah Air Minum Kota Surakarta, PT Semen Padang, PT Sinergi Perkebunan Nusantara dan PT Rumah Sakit Pelabuhan.

 

Bapak Supriyadi selaku Direktur Utama PPA&K menyampaikan harapan dalam sambutannya agar kegiatan Diklat Korporasi ini dapat berjalan dengan lancar dan peserta dapat menerapkan ilmu yang nantinya diperoleh ke dalam perusahaan masing - masing peserta.

 

“Mari Bapak dan Ibu semua kita semangat dalam menjalankan rangkaian diklat ini supaya saat kegiatan ini selesai maka akan bertambah pula sumber daya yang professional dan berkualitas,” kata Bapak Supriyadi.

 

Selama diklat berlangsung peserta akan dijadwalkan untuk menerima materi dari fasilitator yang berpengalaman sebagai praktisi dan akademisi di bidang audit dan keuangan. Kemudian peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan mengerjakan latihan soal. Diluar itu, PPA&K juga akan mengalokasikan 1 hari yang akan digunakan para peserta untuk kegiatan outing ke lokasi yang telah ditentukan, dengan tujuan penyegaran peserta ditengah mengikuti jadwal diklat yang begitu padat.

 

 

Read more


News

AUDITOR INSPEKTORAT PROVINSI PAPUA BARAT MENGIKUTI IN HOUSE TRAINING DASAR - DASAR AUDIT

09 Sep 2022

Pusat Pengembangan Akuntansi dan Keuangan (PPA&K) telah selesai menyelenggarakan In House Training (IHT) Dasar-Dasar Audit untuk para Auditor dari Inspektorat Provinsi Papua Barat. Pembukaan IHT telah dilakukan pada 29 Agustus 2022. Penyampaian Materi pada IHT ini disampaikan oleh fasilitator yang kredibel dan professional yaitu Bapak M. Sonhadi dan Bapak Tumpal Pakpahan, dimana keduanya merupakan praktisi dan akademisi di bidang Auditor Internal. Selain itu, mereka juga memiliki pengalaman bekerja pada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

 

Penyampaian materi pada IHT ini disampaikan oleh fasilitator yang kredibel dan professional, Bapak M. Sonhadi yang memiliki pengalaman bekerja di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Bapak Tumpal Pakpahan yang berpengalaman sebagai seorang Akademisi di bidang Audit.

 

Sebelum membahas materi yang pertama, peserta diwajibkan untuk mengisi lembar pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman masing-masing perserta terhadap pengertian dasar audit, sistem pengendalian intern, teknik-teknik audit, penyusunan program kerja audit, kertas kerja audit, dan laporan hasil audit.

 

IHT Dasar-Dasar Audit berlangsung mulai tanggal 29 Agustus hingga 3 September 2022 di Grand Inna Malioboro, Yogyakarta. Selama lima hari mengikuti IHT, peserta tetap antusias untuk mendengarkan materi dari fasilitator dan aktif berdiskusi. Salah satu peserta IHT, Yohana Rante Tasak, menyampaikan besarnya antusias pesertatidak terlepas dari peran PPA&K yang telah menyelenggarakan IHT dengan baik, termasuk menghadirkan fasilitator yang benar-benar memiliki kapasitas ilmu yang luas dalam audit internal.

 

“Kami bersyukur mendapatkan fasilitator yang terbaik, yang mana fasilitator tersebut menyampaikan materi dengan sangat baik, dengan kata-kata yang mudah kami mengerti, dengan kata-kata sehari-hari, dan selalu menyelingi humor agar kami selama dikelas tidak mengantuk,” kata Yohana.

 

Harapan kedepan, Yohana ingin kembali mengikuti IHT lainnya dan PPA&K dapat menyelenggarakan kegiatan tersebut di Wilayah Papua Barat agar semakin banyak lagi peserta yang berkesempatan untuk ikut.

                                                                                                                                               

“Jika ada diklat kompetensi lainnya kami ingin ikut lagi untuk pengembangan kompetensi kami selanjutnya, menjadi auditor yang berintegritas, yang independent, yang objektif dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab,” tutupnya.

 

In House Training Dasar-Dasar Audit yang diselenggarakan oleh PPA&K merupakan pelatihan yang lakukan demi meningkatkan pemahaman dan kemampuan seorang auditor muda dalam melakukan kegiatan audit sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Setelah mengikuti dan dinyatakan lulus sebagai peserta IHT Dasar-Dasar Audit peserta bisa mengikuti diklat Audit Operasional, sebelum nantinya akan mengikuti sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk jenjang auditor melalui Lembaga Sertifikasi Profesi Audit Internal (LSP-AI).

 

Read more

PEMBUKAAN IN HOUSE TRAINING DASAR-DASAR AUDIT INSPEKTORAT PROVINSI PAPUA BARAT

05 Sep 2022

Bagi seorang auditor, dasar-dasar audit adalah landasan utama yang wajib dipahami sebelum ditugaskan untuk melakukan penugasan audit pada suatu instansi. Kali ini Pusat Pengembangan Akuntansi dan Keuangan (PPA&K) digandeng oleh Inspektorat Provinsi Papua Barat untuk memberikan pelatihan atau In House Training mengenai Dasar-Dasar Audit bagi para pegawainya.

 

Pembukaan kegiatan dilakukan di Hotel Grand Inna Malioboro Jogja pada 29 Agustus 2022 pukul 08.00 WIB hinggal pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian adanya sambutan dari Bapak Kristian Towa Siba, selaku Kepala Sub Bagian Perencanaan Inspektorat Daerah Papua Barat sempat menyinggung perjuangan peserta untuk bisa menjalani In House Training.

 

“Kita jauh-jauh dari Papua Barat melalui perjalanan yg melelahkan, dari Manokwari sampai Sorong, bahkan Makasar lalu sampai di Jogja, kota ilmu pengetahuan. Jadi tidak salah kita boleh hadir disini mengikuti diklat pada hari ini dan 5 hari ke depan,” ujar Pak Kristian dalam sambutannya.

 

Setelah itu dilanjutkan dengan sambutan oleh Bapak Supriyadi selaku Direktur Utama PPA&K yang menyampaikan bahwa PPA&K terus berkomitmen untuk mengembangkan dan meningkatkan kompetensi kedepannya.

 

“Selain diklat, PPA&K juga ada sertifikasi kompetensi untuk auditor, semoga setelah Bapak-Ibu menyelesaikan Diklat Dasar-Dasar Audit ini, Bapak-Ibu bisa melanjutkan ke diklat selanjutnya sampai akhirnya memiliki sertifikasi kompetensi,” kata Bapak Supriyadi.

 

Pembukaan In House Training ditandai dengan pengalungan nametag secara simbolik kepada perwakilan peserta. Setelah itu peserta diberikan waktu istirahat selama 15 menit dan dilakukan pre-test sebelum masuk ke materi yang pertama.

 

Kegiatan In House Training akan diselenggarakan mulai tanggal 29 Agustus 2022 sampai dengan 2 september 2022. Selama kegiatan ini berlangsung, peserta akan dibekali langsung materi oleh para praktisi audit yang kompeten dan berpengalaman, sehingga diharapkan setelah kegiatan ini selesai peserta bisa mengimplementasikan ilmu yang telah di dapat dalam pekerjaannya.

Read more

DIKLAT AUDIT DAN PENGELOLAAN KEUANGAN BLU BULAN AGUSTUS 2022 TELAH SELESAI

31 Aug 2022

Pusat Pengembangan Akuntansi dan Keuangan (PPA&K) telah selesai menyelenggarakan Diklat Audit dan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (BLU) yang diikuti oleh peserta yang berasal dari BUMN, BUMD/Perseroda, swasta, institusi Pendidikan dan Rumah Sakit. Kegiatan ini dilaksanakan secara tatap muka di Padjadjaran Suite Resort & Convention Hotel, Bogor, Jawa Barat, mulai pada tanggal 15 Agustus hingga 25 Agustus 2022.

 

Tak hanya satu, PPA&K membuat beberapa Diklat terselenggara bersama, diantaranya: Diklat Dasar-Dasar Audit, Diklat Audit Operasional, Diklat Audit Kecurangan, Diklat Khusus bagi Kepala Satuan Pengawas Internal (KA SPI), Diklat Penulisan Laporan Hasil Audit yang Efektif (PLHAE), dan Diklat Piutang BLU.

 

Peserta diklat turut antusias karena dibekali oleh pengajar yang berpengalaman sebagai dosen Politeknik Keuangan Negara STAN, berpengalaman sebagai auditor pada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Republik Indonesia (BPKP-RI), serta para praktisi lain yang kompeten di bidang audit. Antusiasme peserta diklat ditunjukkan dengan semangatnya saat mengikuti diskusi dan pembelajaran sehingga dinyatakan lulus dengan nilai yang baik.

 

Rangkaian diklat ditutup dengan penyampaian kesan dan pesan dari peserta dan diumumkannya peserta terbaik atau terfavorit selama diklat. Adanya diklat ini membuat pemahaman para peserta bertambah dan diharapkan hal itu akan diimplementasikan di instansi/perusahaan tempat para peserta bekerja.  

 

Setelah melalui rangkaian diklat, bagi peserta yang telah menyelesaikan Diklat Audit Operasional dan memenuhi syarat dilakukan uji kompetensi Auditor Internal 1 (Muda) sedangkan peserta yang telah menyelesaikan Diklat Audit Kecurangan dan memenuhi syarat dilakukan uji kompetensi Auditor Internal 2 (Madya). Bagi peserta yang telah menyelesaikan Diklat Khusus bagi Kepala Satuan Pengawas Internal (KA SPI) dilakukan uji kompetensi Pengelolaan Satuan Pengawas Internal. Masing-masing uji kompetensi tersebut dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Auditor Internal (LSPAI).

Read more

MEDIA PENINGKATAN KOMPETENSI PADA ERA “THE NEW NORMAL”

20 Apr 2020

Sampai dengan awal tahun 2020, Pusat Pengembangan Akuntansi dan Keuangan (PPA&K) menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan di bidang audit internal, audit forensik, manajemen risiko, Good Corporate Governance, Akuntansi, Keuangan dan Perpajakan secara tatap muka langsung. Peserta dan fasilitator wajib hadir secara fisik di ruang-ruang kelas yang bertempat di berbagai kota yaitu Puncak Bogor, Yogyakarta, Malang dan Bandung.

Diawali di Wuhan RRC, pandemi Covid-19 menyebar hampir ke seluruh dunia tak terkecuali Indonesia. Pandemi Covid-19 memberi dampak cepat dan luar biasa bagi kesehatan dan menjalar ke segenap sisi kehidupan. Untuk menghindari penyebaran Covid 19 yang lebih luas, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan menjaga jarak (Physical Distancing)  lebih 1 (satu) meter dari orang lain. Penerapan ketentuan tersebut diantaranya work from home (WFH), menghindari pertemuan besar dan transportasi umum. Berkat teknologi informasi yang begitu maju, kita masih bisa tetap berkomunikasi dengan orang lain tanpa harus berada dalam ruangan yang sama secara fisik.

Pada masa pascapandemi Covid-19 sebagai the new normal, diprediksi ada tren perubahan sosial, lingkungan dan bisnis. Interaksi fisik akan semakin terbatas namun interaksi digital selama masa WFH akan bertahan menjadi opsi utama dalam beraktifitas. 

Sebagai strategi untuk menghadapi kondisi saat ini dan pascapandemi Covid 19, PPA&K telah membangun portal Pembelajaran Jarak Jauh atau e-learning dengan nama PPA&K Virtual Class. Portal tersebut akan menghubungkan peserta baik dengan fasilitator maupun panitia dalam proses diklat.

Proses diklat setidaknya terdiri atas 3 (tiga) jenis aktivitas. Pertama, aktivitas diklat berupa pembahasan konsep dan diskusi studi kasus menggunakan metode komunikasi pada waktu yang telah ditentukan (real time) dengan kehadiran fasilitator dan peserta. Dengan metode tersebut diharapkan peserta dapat mengikuti waktu diklat setiap hari secara terstruktur dan adanya interaksi dengan fasilitaor dan peserta lainnya. Fasilitas yang digunakan adalah Video Conference dengan memanfaatkan diantaranya google meet/zoom/m-teams.  

Kedua, peserta melakukan pembelajaran mandiri dengan membaca atau mendengar materi diklat diantaranya adalah e-book/slide/mediavisual/audiovisual yang diterima oleh peserta. Pembelajaran mandiri tidak terikat pada jadwal yang ketat, tidak memerlukan komunikasi antara fasilitator dan peserta pada waktu yang bersamaan. Pembelajaran mandiri memerlukan motivasi dan kesungguhan dari diri sendiri.

Ketiga, peserta diberikan penugasan atau ujian atas materi diklat yang telah ditentukan waktu penyelesaiannya pada platform PPA&K Virtual Class. Aktivitas tersebut guna mengevaluasi atas capaian tujuan dan sasaran diklat.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu kaum hingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS: Ar-Rad :11). “Tujuan dari belajar adalah terus tumbuh. Akal tidak sama dengan tubuh, akal terus bertumbuh selama kita hidup.” Mortimer J. Adler. (Filsuf Amerika)

Semoga krisis ini menjadikan kita semua terus berbenah, berubah dan bertumbuh serta lebih maju dan kuat lagi.

Read more


Request information Do you have some questions? Fill the form and get an answer!

Request information